https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/issue/feed Elite : English and Literature Journal 2025-04-23T05:38:41+00:00 Nirwana [email protected] Open Journal Systems <p><strong>Elite : English and Literature Journal</strong>&nbsp;(Print&nbsp;ISSN:&nbsp;<strong><a title="ISSN pint" href="http://u.lipi.go.id/1389582570">2355-0821</a></strong>,&nbsp;Online ISSN:&nbsp;<strong><a title="ISSN online" href="http://u.lipi.go.id/1489495597">2580-5215</a></strong>) is&nbsp; peer-reviewed journal devoted specifically to the studies of English linguistics and literature and other literatures with a special emphasis on local culture, wisdom, philosophy and identity.&nbsp;<strong>Elite&nbsp;:&nbsp;English and Literature Journal</strong>&nbsp;is&nbsp;<a href="https://drive.google.com/file/d/1arbKJNEO1cVSddzirjRuGsPcc57QADcp/view?usp=sharing"><strong>accredited</strong>&nbsp;<strong>(SINTA 3)</strong></a> by the Indonesian Ministry of Higher Education with Decree Number&nbsp;<strong>200/M/KPT/2020, 23</strong>&nbsp;December 2020. Published twice a year in&nbsp;<strong>June and December</strong>, the first edition of ELITE was published in 2013. The journal contents are managed by the English and Literature Department, Faculty of Adab and Humanities, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia in collaboration with <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/16uy4gqs0rpiSzQoohvoGzgOqa7LmTyOo/view?usp=sharing">Elite Association Indonesia</a></strong>&nbsp;and<strong>&nbsp;<a href="https://drive.google.com/drive/u/3/folders/1LnuV5Tzdh0rcsatZhmClXxkerdwmN8mp">Linguistics and Literature Association (LITA)</a>.</strong></p> https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/51285 FEMINIST REIMAGINING IN FAIR ROSALINE: NATASHA SOLOMONS’ REVISION OF ROMEO AND JULIET THROUGH HAROLD BLOOM’S REVISIONARY RATIOS 2025-04-23T05:19:33+00:00 English English [email protected] Adiba Qonita Zahroh [email protected] <p>Perkembangan inklusivitas di dunia sastra saat ini memberikan kesempatan bagi penulis perempuan untuk mengeksplorasi berbagai tema yang bahkan sebelumnya dianggap eksklusif untuk penulis laki-laki. Hal ini menyebabkan adanya pengkajian dan penafsiran ulang sastra klasik melalui lensa feminis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis yang komprehensif terhadap novel <em>Fair Rosaline</em> karya Natasha Solomons melalui lensa “Revisionary Ratios” dari Harold Bloom. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menggabungkan analisis tekstual dan kritik sastra komparatif untuk mengeksplorasi novel <em>Fair Rosaline</em> karya Natasha Solomons sebagai reinterpretasi feminis dari <em>Romeo and Juliet</em> karya Shakespeare melalui lensa teori “Revisionary Ratios” dari Harold Bloom dan teori sastra feminisme. Teks <em>Fair Rosaline</em> dan <em>Romeo and Juliet</em> menjadi data primer. Penelitian ini tidak hanya menambah diskusi yang lebih besar mengenai tempat perempuan dalam sastra sekaligus meningkatkan pemahaman kita mengenai <em>Fair Rosaline</em> dan hubungannya dengan <em>Romeo and Juliet</em>, tetapi juga menawarkan wawasan baru mengenai bagaimana penulis feminis menata ulang teks-teks klasik dan memberdayakan narasi perempuan dengan perspektif baru yang kritis.</p> 2024-12-14T11:29:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/51677 CROSS CULTURAL DIDACTICISM: MORAL LESSON IN KOREAN KONG JWI PAT JWI AND INDONESIAN BAWANG MERAH PUTIH 2025-04-23T05:20:43+00:00 Zahra Adinda Nismara [email protected] Yulianeta [email protected] Didin Samsudin [email protected] <p><em>Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan nilai-nilai didaktis yang terkandung dalam cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih dari Indonesia dan Kong Ji Pat Ji dari Korea melalui pendekatan sastra bandingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber cerita rakyat Indonesia didapatkan melalui buku 100 Cerita Rakyat Nusantara dan sumber cerita rakyat Korea didapatkan melalui buku Kumpulan Cerita Klasik Korea. Dua cerita rakyat ini memiliki kemiripan yaitu, tokoh utama hidup di dalam keluarga yang salah satu orang tuanya meninggal dunia dan memiliki saudara tiri. Kemiripan lainnya yaitu terdapat pada peran anak Perempuan dalam keluarga. Akan tetapi, secara keseluruhan teks dua cerita rakyat ini berbeda. Perbedaan itu terdapat pada struktur teks seperti tokoh, latar dan alur. Selain itu, konflik yang terdapat dalam dua cerita rakyat berbeda. Dalam cerita Bawang Merah dan Bawang Putih konfliknya mencari kain milik ibu tirinya, sedangkan dalam cerita Kong Ji Pat Ji mengisi gentong yang berlubang sampai penuh. Kedua cerita rakyat ini dapat digunakan sebagai sarana Pendidikan nilai-nilai moral dan etika bagi pembaca dari berbagai latar belakang budaya.</em></p> 2024-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/52618 CLEAR LIGHT OF DAY: A FOCUS ON THE THEMES OF MEMORY AND TIME 2025-04-23T05:29:14+00:00 Md. Jobaar Talukder [email protected] Md. Jobaar Talukder [email protected] <p><em>Clear Light of Day</em>, one of the classic works of South Asian writer Anita Desai, focuses primarily on time and memory. In this novel she has skillfully portrayed how time and memory influence the personal and familial life, identities and relationships of individuals.&nbsp; Being set at the backdrop of Old Delhi, the novel reflects the importance of time and memory. Eventually, how time works as destroyer as well as preserver and how significant role memory plays in every individual’s life become the pivotal themes in <em>Clear Light of Day</em>. The novel explores the lives of the members of the Das family through the lenses of time and memory. Desai has used the concept of time of T. S. Eliot who remarks time as the “Destroyer and Preserver” and it has given the novel a profound base. This paper focuses closely on the roles and thematic exploration of time and memory in <em>Clear Light of Day</em>.</p> 2024-12-14T12:01:42+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/50999 THE ARCHETYPAL AND STEREOTYPICAL DEPICTION OF BARBIE IN THE BARBIE'S FILM (2023) BY GRETA GERWIG 2025-04-23T05:33:50+00:00 Fitriyah Fitriyah [email protected] Farah Diva Anindya [email protected] <p><em><span lang="EN-US">Film Barbie (2023) berhasil menyajikan lebih dari sekadar tontonan ringan tentang boneka ikonik. Di balik warna-warna cerah dan suasana dunia Barbie Land yang tampak sempurna, film ini mengeksplorasi tema-tema yang mendalam, termasuk identitas, peran gender, feminisme, serta kritik sosial terhadap ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Karakter arketipe Barbie Stereotipikal sebagai karakter utama memegang peranan penting dalam film ini sebagai representasi wanita sempurna di Negeri Barbie. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor psikologis dalam perjalanan Barbie yang mungkin mengganggunya atau justru mensupportnya. Hal ini tercermin dari beberapa pola yang disebut arketipe dalam sifat kepribadian dan perilakunya dalam menghadapi beberapa tahapan alur cerita. Data penelitian ini menggunakan film “Barbie” (2023) karya Greta Gerwig. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif descriptive, dengan menggunakan pendekatan&nbsp;psikoanalisis (teori Arketipe Jung).&nbsp; Hasilnya adalah ditemukan tujuh karakter arketipe yang direpresentasikan oleh Barbie Stereotipikal. Temuannya adalah Persona, Shadow, Animus, The Great Mother, Hero, Trickster, dan Self. Temuan ini akan membantu kita untuk memahami bagaimana lapisan-lapisan psikologis dalam cerita Barbie mengungkap dinamika kompleks tentang peran perempuan, krisis identitas, dan pencarian jati diri.</span></em></p> 2024-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/52513 PENGGUNAAN PUN UNTUK MENGHASILKAN HUMOR DALAM "DAD JOKES": ANALISIS BERDASARKAN TEORI SEMANTIK HUMOR BERBASIS SKRIPå 2025-04-23T05:34:47+00:00 Dwi Khumaeroh Sa'adah [email protected] Dewi Kustanti [email protected] Ruminda [email protected] <p style="font-weight: 400;"><em>Dad jokes atau lelucon bapak-bapak sedang populer akhir-akhir ini. Meskipun sering dianggap membosankan dan tidak lucu, lelucon bapak-bapak tetap saja dapat membangkitkan tawa. Komponen penting yang membuat lelucon bapak-bapak lucu adalah penggunaan pun atau permainan kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis pun dan bagaimana pun tersebut menghasilkan humor pada lelucon bapak-bapak. Data tersebut adalah kalimat yang memuat pun yang diambil dari akun X, yaitu @Dadsaysjokes. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dan menampilkan analisis deskriptif. Analisis semantik data didukung oleh teori klasifikasi pun yang dikembangkan oleh Delabastita (1996) dan Script-based Semantic Theory of Humor (SSTH) yang dikembangkan oleh Raskin (1985). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis pun dalam lelucon bapak-bapak, yaitu homonimi, homofoni, homografi, dan paronimi, yang menghasilkan humor melalui ambiguitas. Kesimpulannya adalah lelucon bapak-bapak memuat pun yang mengandung makna ganda dan menghibur orang melalui permainan kata yang kreatif, sehingga hal tersebut memecah stigma masyarakat yang memandang lelucon bapak-bapak sebagai lelucon membosankan dan tidak lucu</em>.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> 2024-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/46068 JUNG’S ANIMUS OF THE FEMALE MAIN CHARACTERS IN THE WOMAN KING FILM 2025-04-23T05:35:53+00:00 Kuang Yu [email protected] Essy Syam [email protected] Sorta Hutahaean [email protected] <p style="font-weight: 400;">Animus Archetype memiliki empat tahap perkembangan, penelitian ini menggunakan pengumpulan data dalam teknik dokumentasi. Data diperoleh dengan menganalisis dialog-dialog, ekspresi-ekspresi dan tindakan-tindakan pada tokoh-tokoh utama wanita dalam film <em>The Woman King</em>. Analisis data menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri dari tokoh-tokoh utama perempuan mencerminkan maskulin sejajar dengan tahap-tahap perkembangan animus dari Pria yang Kuat, Pria yang Bertindak, Pria yang Berkata, Pria yang Bermakna. Di dalam Pria yang Kuat, tokoh-tokoh utama wanita beraksi dengan menunjukkan fisik yang kuat, menggunakan senjata, pedang, tombak dalam pertarungan, dan membunuh musuh. Pria yang Bertindak, mereka berani, energik, kuat, gigih dalam melakukan aktivitasnya, seperti: memanjat tinggi, kemudian terjun dalam pelatihan militer, mengancam musuh-musuh, berdebat dalam rapat kerajaan. Kemudian pada Pria yang Berkata ini, tokoh-tokoh utama wanita menggunakan kata-kata penyemangat untuk menyemangati para pejuangnya dalam mempersiapkan untuk berperang atau mengingatkan beberapa slogan prajurit kepada para pejuang. Tahap terakhir adalah Pria yang Bermakna, mereka bermimpi menjadi sosok laki-laki hebat, seperti pada salah satu tokoh utama wanita ingin menjadi tentara dan satu tokoh lainnya diangkat oleh Raja Dahomey untuk menjadi Raja Wanita dengan gelar suci Kpojito yang mana mempunyai kedudukan yang sama dengan Raja Dahomey setelah menghancurkan Oyo.</p> 2024-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/52586 CULTURAL VALUES IN PARUNTUK KANA LITERATURE: A STUDY IN DATARA VILLAGE, TOMPOBULU, GOWA REGENCY 2025-04-23T05:37:07+00:00 Syamhari Syamhari [email protected] Ihdiana Ishak [email protected] Amirullah Hidayat [email protected] <p><em><span lang="EN-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan&nbsp;<strong>Paruntuk Kana</strong>&nbsp;di kalangan masyarakat Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, sekaligus mengkaji nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam praktiknya dalam konteks tersebut. Penelitian lapangan ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Paruntuk Kana merupakan karya sastra lokal yang masih bertahan di masyarakat Desa Datara. Paruntuk Kana mewujudkan kehalusan bahasa yang merupakan bagian integral dari cara hidup masyarakat dan memfasilitasi komunikasi dan ekspresi aspek-aspek kemanusiaan dalam masyarakat. Indikator kehalusan dan kelembutan bahasa dalam sastra Paruntuk Kana, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, menunjukkan bahwa diksi dalam Paruntuk Kana memainkan peran penting dalam menyapa audiens, yang dijiwai oleh nilai-nilai kesopanan dan tradisi lokal. Nilai-nilai budaya yang tertanam dalam sastra Paruntuk Kana adalah nilai-nilai lokal yang mencerminkan kehalusan budi bahasa, saling menghargai, menghormati, dan praktik kehidupan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip humanis</span></em></p> 2024-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/51115 AUTHOR’S SOCIAL IMPACT IN AMANDA GORMAN’S SELECTED POEMS 2025-04-23T05:37:46+00:00 A.Irwin Irham [email protected] Sandra Dewi Dahlan [email protected] Muhammad Taufik [email protected] <p><em><span lang="EN-US">Dampak sosial dalam penelitian ini mengacu pada pengaruh karya sastra Amanda Gorman terhadap masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan nilai-nilai seperti kesetaraan, keberanian, dan solidaritas. Karya Gorman tidak hanya mencerminkan pengalaman pribadinya, namun juga memiliki kekuatan untuk menginspirasi perubahan sosial dan memperkuat hubungan antarmanusia di berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini mengkaji bagaimana pengalaman hidup dan cara pandang Amanda Gorman diungkapkan melalui puisi-puisi pilihannya. Data diambil dari Encyclopedia Britannica, website Amanda Gorman sendiri, wawancara eksklusif dengan The Associated Press, puisi Amanda Gorman berjudul “The Hill We Climb” (2021), “An Ode We Owe” (2022), “Chorus of the Kapten" (2021). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menerapkan teori sosiologi sastra yang dikemukakan oleh sarjana ternama Wellek dan Warren. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada analisis puisi Amanda Gorman dengan memperluas fokus dari tiga konsep utama (Latar Belakang Sosial, Ideologi, dan Integritas Sosial) menjadi tujuh konsep yang lebih detail. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi Amanda Gorman mencerminkan tujuh konsep utama: Perjuangan dan Kemenangan Pribadi, Pengalaman Perkotaan, Identitas dan Warisan Budaya, Aktivisme melalui Seni, Interseksionalitas Gender dan Ras, Pembangunan Komunitas, dan Advokasi Moral dan Etis. Gorman memanfaatkan pengalaman pribadi dan identitas budayanya untuk menyampaikan isu-isu sosial melalui puisi, yang memperkuat pesan solidaritas, keadilan, dan perubahan dalam masyarakat</span></em></p> 2024-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/elite/article/view/52584 HOW DOES THE BUGINESE WOMAN IMAGE IN KETIKA SAATNYA? (POSTCOLONIAL STUDIES AND ISLAMIC PERSPECTIVE) 2025-04-23T05:38:41+00:00 Ramis Rauf [email protected] Syahruni Junaid [email protected] Afriani Ulya [email protected] Indra Purnawan Panjaitan [email protected] Dhini Yustia Widhyah Saputri [email protected] Lucia Arter Lintang Gritantin [email protected] <p><em><span lang="EN-US">Antologi cerita pendek “Ketika Saatnya” merupakan salah satu karya sastra yang menggambarkan citra perempuan Bugis yang ditulis oleh Darmawati Majid, seorang perempuan Bugis. Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana karya sastra tersebut menggambarkan citra perempuan Bugis berdasarkan gagasan Spivak tentang subaltern dan perspektif Islam tentang perilaku perempuan. Metode kualitatif ini, seperti analisis wacana pascakolonial, melibatkan pengklasifikasian data menurut atribut dan elemen tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian untuk memperoleh hasil penelitian. Metode ini mengkategorikan perempuan sebagai demografi subordinat dalam masyarakat, politik, dan geografi, yang tunduk pada otoritas kelompok dominan, khususnya laki-laki. Tradisi Bugis menandakan supremasi satu golongan laki-laki atas golongan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Bugis secara konsisten ditempatkan pada posisi subordinat. Minoritas yang terpinggirkan digambarkan berusaha mengartikulasikan sudut pandang mereka dan mendapatkan pengakuan meskipun dicap sebagai “perempuan dari daerah kurang mampu” yang terjebak di antara ideologi konvensional dan Islam</span></em></p> 2024-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##