TINJAUAN EKONOMI SYARIAH TERKAIT SISTEM HUTANG PIUTANG DAN PEMBAGIAN HASIL TANGKAP IKAN ANTARA ANAK BUAH KAPAL (ABK) DAN PEMILIK KAPAL DI DESA KALIBUNTU KABUPATEN PROBOLINGGO

  • Husnul Khotimah
    (ID)
  • Zahida I’tisoma Billah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
    (ID)
  • Cici Widya Prasetyandari Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
    (ID)

Abstract

Abstrak

Penelitian ini membahas sistem hutang piutang dan pembagian hasil tangkapan ikan antara Anak Buah Kapal (ABK) dan pemilik kapal di Desa Kalibuntu dalam perspektif ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hutang piutang yang diterapkan dapat membantu ABK secara finansial, namun menimbulkan keterikatan kerja yang berisiko membatasi kebebasan mereka. Pembagian hasil tangkapan ikan juga cenderung lebih menguntungkan pemilik kapal dibandingkan ABK, yang turut menanggung biaya operasional. Dalam perspektif ekonomi syariah, praktik ini masih memerlukan perbaikan agar lebih adil dan transparan. Sebagai rekomendasi, disarankan penerapan sistem pinjaman yang lebih fleksibel serta pembiayaan berbasis syariah seperti qardhul hasan atau koperasi syariah untuk mengurangi ketergantungan ABK pada pemilik kapal. Selain itu, transparansi dalam pembagian hasil perlu ditingkatkan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak.

Kata Kunci: Ekonomi Syariah, hutang piutang, Pembagian Hasil, Anak Buah Kapal, Pemilik Kapal.

 

 

Abstract

This study examines the debt system and the distribution of fish catches between Crew Members (ABK) and ship owners in Kalibuntu Village from an Islamic economic perspective. The findings indicate that the implemented debt system provides financial assistance to ABK but also creates a work dependency that risks limiting their freedom. The distribution of fish catches tends to favor ship owners more than ABK, who also bear operational costs. From an Islamic economic perspective, this practice still requires improvements to ensure greater fairness and transparency. As a recommendation, it is suggested to implement a more flexible loan system and adopt Islamic financing methods such as qardhul hasan or Sharia cooperatives to reduce ABK’s dependence on ship owners. Additionally, transparency in profit-sharing should be enhanced to ensure fairness for all parties.

Keywords: Islamic Economics, Debt and Credit, Profit Sharing, Crew Members, Ship Owners.

Published
2025-03-28
Section
Volume 7 Nomor 1 Januari - Juni 2025
Abstract viewed = 2 times