Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani <p><img src="http://sinta2.ristekdikti.go.id/assets/img/sinta_logo.png" alt="" width="70" height="auto"></p> en-US <p>&lt;a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/"&gt;&lt;img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This work is licensed under a &lt;a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/"&gt;Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License&lt;/a&gt;.</p> [email protected] (Khairul Sani Usman) [email protected] (Tim Plano Madani) Wed, 16 Oct 2024 07:57:01 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMETAAN LAHAN KRITIS UNTUK KAJIAN PENATAAN RUANG DI KABUPATEN TABANAN https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/40000 <p>Kabupaten Tabanan adalah salah satu kabupaten dengan tingkat perkembangan yang cukup pesat melalui sektor di bidang pariwisata dan perdagangan yang meningkat. Secara topografi, Kabupaten Tabanan juga merupakan wilayah dengan topografi yang beragam. Kedua kondisi tersebut membuat wilayah ini berpotensi terjadi fenomena lahan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lahan kritis yang ada di Kabupaten Tabanan dengan menggunakan analisa spasial berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) dan penginderaan jauh serta menganalisa keterkaitan lahan kritis dengan penggunaan lahan eksisting dan analisa kajian penataan ruang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Tabanan. Analisa yang dipakai menggunakan metode tumpang susun (overlay) dari beberapa parameter peta tematik. Untuk penentu nilai pada masing- masing parameter menggunakan metode skoring. Hasil analisa menunjukan bahwa di Kabupaten Tabanan 60408.66 Ha atau sebesar 71% merupakan lahan tidak kritis, sedangkan 104.46 Ha atau sebesar &lt;1% merupakan lahan sangat kritis. Sebaran penggunaan lahan yang miliki kondisi lahan yang sangat kritis sebagian besar didominasi penggunaan lahan eksisting permukiman. Secara penataan ruang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) zona- zona kawasan permukiman juga masuk ke kategori kondisi lahan sangat kritis. Perlunya pengaturan zona- zona kawasan permukiman untuk memperhatikan fungsi resapan air.</p> Akbar Cahyadhi Pratama Putra, Tantri Utami Widhaningtyas, Trida Ridho Fariz ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/40000 Fri, 11 Oct 2024 07:52:32 +0000 POLA AKTIIVTAS PEMANFAATAN RUANG OLEH KELOMPOK RENTAN PADA KAWASAN NGARSOPURO https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45043 <p><em>Suatu kota dan daerah berfungsi secara efisien serta adil yaitu dengan adanya ketersediaan ruang terbuka publik yang memadai. Kota Surakarta sebagai “Kota Inklusi” berusaha mewujudkan tujuan global yaitu SDGS ke-11 “Menjadikan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan”. Permasalahan mengenai aksesibilitas kota masih mendapatkan sorotan sehingga keberadaan kelompok rentan pada ruang terbuka tidak dapat secara penuh hadir dengan kemandirian karena adanya kekhawatiran akan keselamatan ataupun kenyamanan. Pasal 5 ayat (3) Tahun 1999 menyatakan setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat rentan berhak memperoleh perlindngan lebih berkenaan dengan kekhususannya. Keberadaan kelompok rentan pada Kawasan Ngarsopuro banyak ditemui dan banyak melakukan aktivitas pemanfaatan ruang. Maka perlu adanya identifikasi mengenai pola aktiivtas kelompok rentan di Kawasan Ngarsopuro guna dapat memahami kriteria ruang yang inklusif bagi kelompok rentan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan teori pemetaan perilaku. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan kelompok rentan pada Kawasan Ngarsopuro yang dilakukan dalam pembagian waku pada hari kerja dan libur pada pagi hari dan sore hari. Analisis data pada penelitian ini menggunakan pendekatan place centered mapping. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa pola aktivitas pemanfaatan ruang pada pagi hari mengelompok pada area yang teduh dan rindang dimana lokasi tersebut berada pada dalam ruangan ataupun bawah pohon. Sedangkan pada malam hari kelompok rentan mengelompok pada area&nbsp; dengan penerangan yang cukup dan adanya hiburan. Pada malam hari pemanfaatan ruang oleh kelompok rentan berkaitan erat dengan faktor keamana, dimana aspek tersebut merupakan hal terpenting untuk kelompok rentan menggunakan ruang atau meninggalkannya.</em></p> Laelly Nadhira Sindy Ashari, Deva Fosterharoldas Swasto ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45043 Tue, 15 Oct 2024 02:34:53 +0000 EVALUASI PROGRAM PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI YANG BERORIENTASI PADA PEMBANGUNAN KAWASAN PARIWISATA https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45494 <p><em>Pembangunan kawasan perdesaan merupakan suatu upaya yang dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan desa. Dalam mewujudkan percepatan pembangunan desa, dirancang program pembangunan kawasan perdesaan (RPKP) sehingga tersedia media yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Rencana pembangunan kawasan perdesaan merupakan suatu program yang diimplementasi pada Kawasan Perdesaan Ponelo Kepulauan yang berfokus pada pengembangan pariwisata bahari dengan 5 kegiatan yang bersifata fisik. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kegiatan adalah analisis kualitatif dengan pengambilan kesimpulan didasarkan pada persentase nilai kumulatif hasil klasifiksi output. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi sumatif dengan pendekatan evaluasi hasil retrospektif. Penelitian ini menemukan bahwa dari 5 kegiatan yang diamati dalam progam, hanya terdapat 1 kegiatan yang diklasifikasikan Relevan dan tidak terdapat kegiatan yang efektif dalam implementasinya. Dengan demikian, kecilnya nilai persentase Relvan (20%) dan Efektif (0%) pada pogram menghasilkan kesimpulan, bahwa program pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana transportasi yang berorientasi pada pembangunan kawasan pariwisata disimpulkan Tidak Berhasil.</em></p> Mufti Nadirsyah Putra Anwar, Agam Marsoyo ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45494 Tue, 15 Oct 2024 03:16:27 +0000 PERUBAHAN PERSEPSI ALIH FUNGSI LAHAN OLEH MASYARAKAT AKIBAT PROYEK BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46325 <p><em>Proyek Strategis Nasional dibangun untuk meningkatkan performa perekonomian serta meratakan pembangunan. Salah satu dari proyek strategis nasional adalah Bandara Internasional Yogyakarta yang berada di Kabupaten Kulonprogo. Bandara Internasional Yogyakarta dibangun dari tahun 2018 sampai dengan 2020 dan mulai beroperasi penuh pada tahun 2020. Keberadaan bandara memiliki pengaruh terhadap munculnya kegiatan ekonomi baru dan kesempatan kerja. Respon terhadap adanya adanya peluang baru serta keuntungan secara ekonomi adalah dengan melakukan alih fungsi lahan untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon dari masyarakat sesuai dengan tahapan dalam proyek Bandara Internasional Yogyakarta. Setiap tahapan Pembangunan memunculkan peluang yang berbeda dan mendapatkan respon yang berbeda pula dari Masyarakat. Sejatinya Keputusan melakukan alih fungsi mendasari jenis alih fungsi yang beragam. Melalui metode kualitatif, penelitian ini berusaha untuk melakukan eksplorasi terhadap berbagai persepsi Masyarakat yang melakukan alih fungsi lahan</em><em>. hasil dari analisis adalah terdapat perubahan respon dan peluang yang didapat oleh Masyarakat di sekitar bandara sesuai dengan proses yang berjalan. Lokasi dari lahan juga menjadi dasar keragaman dalam Masyarakat memanfaatkan lahan untuk alih fungsi lahan. Manfaat yang diharapkan adalah menyajikan fenomena yang terjadi akibat dari respon Masyarakat terhadap keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta </em><em>sehingga dapat menjadikan masukan bagi penyusunan dan pelaksanaan kebijakan tata ruang. </em></p> Shafira Rizqi Aditya Poetri, Doddy Aditya Iskandar ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46325 Tue, 15 Oct 2024 03:42:10 +0000 PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN LIVELIHOOD ASSETS DI AREA RELOKASI PADA RUMAH SUSUN JATINEGARA BARAT https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45186 <p>Settlement Relocation is a program under the Provincial Government of DKI Jakarta that aims to provide decent housing for the community. Kampung Melayu Village is one of the relocation locations implemented in 2015 to the Jatinegara Barat Flat. Settlement relocation has a diverse impact due to differences in community perceptions. So this study aims to determine the community's perception of changes in livelihood assets in the relocation of settlements along the Ciliwung River in terms of human capital, social capital, physical capital, environmental capital, and financial capital. The method used was scoring analysis and descriptive quantitative through questionnaires and open interviews with the Jatinegara Barat Flats community affected by the relocation. The results of this study show that the people relocated to Jatinegara Barat Flats experienced positive changes toward livelihood assets with an overall score of 70.99%.</p> Fatchur Rohman, Winny Astuti, Paramita Rahayu ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45186 Tue, 15 Oct 2024 05:20:23 +0000 ANALISIS SISTEM PUSAT KEWILAYAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46000 <p>Beberapa wilayah memiliki kekuatan sentripetal yang berbeda dengan wilayah lainnya. Perbedaan ini membuat wilayah dengan saya saing rendah perlu didukung oleh wilayah yang memiliki kekuatan sentripetal yang baik dalam mengembangkannya. Kabupaten Lampung Selatan memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan ekonomi, sosial, dan politik di tingkat daerah. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan perubahan sosial, Kabupaten ini telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perlu dilakukan sebuah identifikasi mengenai Sistem Pusat Kewilayahan di Kabupaten Lampung Selatan yang menyesuaikan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pusat kewilayahan di Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggabungkan beberapa analisis, yaitu Indeks Pelayanan, analisis Skalogram Guttman, analisis Indeks Sentralitas Marshal, dan analisis Rank Size Penduduk dengan teknik pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan Pusat Pelayanan Kabupaten Lampung Selatan berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kalianda, Kecamatan Natar dan Kecamatan Jatiagung. Hal tersebut disebabkan, karena Kecamatan Kalianda merupakan ibukota dari Kabupaten Lampung Selatan, kemudian untuk Kecamatan Natar dan Kecamatan Jatiagung merupakan wilayah dengan status sebagai Kawasan Strategis Cepat Tumbuh.</p> Nela Agustin Kurnianingsih, Verlina Agustine, Lestari P. Winata ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46000 Wed, 16 Oct 2024 03:09:09 +0000 DARI POLITIS KE KULTURAL: TRANSFORMASI NILAI RUANG KAWASAN KEPATIHAN SURAKARTA https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46120 <p>Kawasan Kepatihan merupakan salah satu kawasan yang memiliki urgensi cukup besar pada masa pemerintahan Keraton Surakarta, tempat dimana Lembaga Kepatihan melaksanakan sistem pemerintahan. Adanya gejolak di Surakarta pasca peristiwa kemerdekaan Indonesia mengakibatkan kawasan ini dibumihanguskan. Kini kawasan tersebut selain menjadi permukiman dan perkantoran juga dikenal sebagai “kantong seni” karena adanya kegiatan kesenian yang cukup aktif di kawasan tersebut. Melalui metode fenomenologi, artikel ini mengkaji bagaimana transformasi citra kawasan kepatihan yang sebelumnya memiliki citra politis yang kuat menjadi citra kultural. Hasil penelitian menunjukkan meskipun peruntukan kawasan pada masa awalnya erat dengan citra politik, namun citra kultural pada kawasan telah muncul melalui Paheman Radya Pustaka yang didirikan oleh Patih Sosrodiningrat IV. Paheman Radya Pustaka tersebut mengantarkan citra kultural yang ada di Kawasan Kepatihan saat ini dan keberlanjutannya terus diupayakan oleh masyarakat disertai dukungan pemerintah setempat.</p> Arnindya Afifah Urfan, Sudaryono Sudaryono ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46120 Wed, 16 Oct 2024 03:25:24 +0000 POLA SPASIAL PERUMAHAN SUBSIDI DI WILAYAH BODETABEK https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45913 <p><em>Perkembangan sebuah kota dan wilayah berhubungan dengan pembangunan perumahan. Faktor pemicunya adalah meningkatnya kebutuhan rumah akibat pertumbuhan penduduk. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan perumahan, salah satunya melalui subsidi perumahan. Namun demikian, sektor perumahan merupakan salah satu sektor yang kompleks karena melibatkan banyak pemangku kepentingan. Penyelesaian persoalan perumahan juga tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi perumahan tersebut berada di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan merupakan penyangga ibukota seperti Bodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa pola spasial perumahan subsidi di wilayah Bodetabek. Beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui pola spasial perumahan subsidi adalah kernel density, density-base clustering dan analisis average nearest neighbor.</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumahan subsidi membentuk pola sebaran kepadatan di wilayah Bodetabek. Pola sebaran terbagi menjadi 5 kelas, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Secara umum, perumahan subsidi di Bodetabek termasuk dalam kategori mengelompok. Selain itu, perumahan subsidi terbagi menjadi 5 (lima) klaster besar. Klaster tersebut adalah Klaster Rajeg, Klaster Tigaraksa-Cisoka-Solear, Klaster Ciseeng-Ciampea-Kemang-Rancabungur, Klaster Cileungsi-Klapanunggal-Cibarusah-Serang Baru dan Klaster Cibitung-Karang Bahagia-Tambun Utara. Pola-pola tersebut dapat digunakan sebagai basis data perencanaan pembangunan di wilayah Bodetabek. Perencanaan pembangunan tersebut tentu disesuaikan dengan segmen penerima manfaat perumahan subsidi, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah. </em></p> Luwi Wahyu Adi, Adi Wibowo ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45913 Wed, 16 Oct 2024 03:44:37 +0000 KEBUTUHAN YANG DIRASAKAN PADA SOSIAL, EKONOMI, LINGKUNGAN PERMUKIMAN POLA ACAK KAWASAN PERKOTAAN KLATEN https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46018 <p><em>Bertambahnya jumlah penduduk menghasilkan urban sprawl berupa permukiman berpola acak. Permukiman berpola acak (scattered settlement) umumnya muncul di daerah dengan topografi tidak rata seperti pegunungan dan pedesaan, namun di Kabupaten Klaten terjadi pada kawasan perkotaan dengan topografi datar yang sekitarnya berupa lahan pertanian yang minim ketersediaan sarana prasarana. Hal ini menjadi unik untuk diteliti mengenai kebutuhan yang dirasakan oleh penghuni, termasuk di dalamnya terkait kebutuhan pada kehidupan sosial dan ekonominya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kebutuhan yang dirasakan (felt needs) penghuni di permukiman berpola acak di kawasan perkotaan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus berupa kasus tunggal dengan pengambilan data berupa wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi langsung dengan analisis deskriptif kualitatif eksplanatif. Kebutuhan yang dirasakan penghuni secara umum adalah ketersediaan ruang dan fasilitas lingkungan permukiman berupa sarana ekonomi, kesehatan, akses, ruang berkumpul untuk sosial dan ruang privasi. Kebutuhan secara spesifik berdasarkan karakteristik lokasi dan lingkungan permukiman adalah: pada lokasi dekat industri membutuhkan suplai air dan tanaman pelindung, pada lokasi dekat sawah adalah ketersediaan saluran pembuangan air limbah rumah tangga berkualitas baik, dan pada lokasi dekat pinggiran kota adalah fasilitas keamanan dan ruang publik.&nbsp; Dapat disimpulkan bahwa pemerintah daerah harus tegas akan kebijakan pembangunan permukiman dan pihak pengembang harus memperhatikan ketersediaan fasilitas permukiman.</em></p> Ahda Addina Adriana, Agam Marsoyo ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46018 Wed, 16 Oct 2024 04:04:23 +0000 ANALYSIS OF THE EFFECTS OF URBAN SPRAWL ON THE TRANSFORMATION OF PANGKALPINANG CITY https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46488 <p><em>The characteristics of Pangkalpinang City as an archipelagic area have undergone a spatial transformation. Historically, the Pangkalpinang City area has been a mining area since 1973, and is currently developing into the capital city of Bangka Belitung province. developed into the service sector, industry, and trade. This study aims to analyze the spatial transformation of Pangkalpinang City due to urban sprawl and the pattern of changes that occur. The methodology used in this study is a mix method consisting of several methods such as the city's economic development sector using Dynamic Location Queationt, socio-spatial analysis, and leapfrog analysis. This study found that several sub-districts in the Pangkalpinang City area experienced a leapfrog type of spatial development, which was characterized by the orientation of the development of residential and industrial areas. The land in Pangkalpinang City is not productive agricultural land, but dry land plantation areas, so that the development of urban physical expansion does not eliminate the essential benefits of agricultural land for food productivity. Meanwhile, under the ex-mines, currently it has been used for the development of the fishery sector and the use of renewable energy development. Another finding is that the limited space of Pangkalpinang City to support the growing development will result in the orientation of land use towards the surrounding suburbs</em></p> Dessy Mayasari, I Gede Wyana Lokantara ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46488 Wed, 16 Oct 2024 04:22:04 +0000 ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI WILAYAH PERENCANAAN II (WP II) KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2011-2021 DAN PREDIKSI PENGGUNAAN LAHAN PADA TAHUN 2026 MENGGUNAKAN METODE CELULLAR AUTOMATA https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46753 <p><em>Penggunaan lahan merupakan hasil dari campur tangan manusia terhadap sumber daya alam berupa lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik secara material maupun spiritual (asyad, 1989 dalam As-SYAKUR, 2008). Perubahan dalam pola penggunaan lahan suatu wilayah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pertumbuhan populasi, tingkat aksesibilitas, perkembangan infrastruktur, dan kondisi ekonomi lokal. Wilayah Perencanaan II (WP II) Kota Bandarlampung, yang ditetapkan sebagai pusat pendidikan tinggi, simpul utama transportasi darat, serta lokasi tambahan untuk industri, permukiman perkotaan, infrastruktur perkotaan, perdagangan, dan jasa dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandarlampung Tahun 2021-2041, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penduduk dan tingkat kepadatan. Oleh karena itu, perubahan dalam penggunaan lahan di wilayah ini diharapkan akan terus berlangsung. Penelitian terkini diperlukan guna memahami dinamika perubahan tersebut, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta untuk meramalkan pola penggunaan lahan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deduktif dengan menggunakan metode kuantitatif, dengan pengumpulan data dari berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis data meliputi analisis spasial, deskriptif, dan analisis regresi linear berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam pola penggunaan lahan di Wilayah Perencanaan II Kota Bandarlampung dari tahun 2011 hingga 2021 sangatlah signifikan, dengan pertumbuhan populasi dan tingkat aksesibilitas menjadi faktor-faktor yang berperan krusial di Kota Bandarlampung. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan penggunaan lahan guna memprediksi perubahan yang mungkin terjadi dalam kurun waktu lima tahun mendatang, sebagai landasan untuk merekomendasikan peninjauan kembali RTRW Kota Bandarlampung Tahun 2021-2041.</em></p> Ryansyah Izhr, Yosafat Christ Hasibuan, Andi Oetomo ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/46753 Wed, 16 Oct 2024 05:03:41 +0000 KUALITAS OBJEK WISATA KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN DATA SCRAPING https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45992 <p><em>Saat pandemi covid-19, sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan. Hal ini menjadi pembelajaran bagi sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan setelah pandemi berakhir. Namun, di tahun 2023 pada momen liburan tercatat bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disinyalir karena banyak pengunjung beralih wisata ke kota Surakarta. Oleh karena itu Kota Yogyakarta perlu mengevaluasi kualitas pariwisatanya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana kualitas pariwisata Kota Yogyakarta berdasarkan data scraping. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan analisis data scraping melalui software outscraper. Data yang digunakan yaitu ulasan para pengunjung objek wisata di Kota Yogyakarta. Dari google maps reviews yang diolah didapatkan kualitas objek wisata yang dikategorikan ke dalam elemen-elemen pariwisata berikut: 1) Attraction: Daya Tarik wisata kota jogja yang diberikan antara lain budaya, sejarah, edukasi, arsitektur, kesenian, permainan anak. Daya Tarik sudah beragam, namun atraksi alam masih kurang. 2) Accesibility: Rata-rata letak objek berada di pusat kota dan strategis, tersedia di gmaps, kondisi lalu lintas padat, penanda menuju objek wisata dan mobilisasi dalam objek wisata masih kurang, tiket masuk relative terjangkau dan sesuai dengan wahana yang ditawarkan, parkir relative tersedia baik itu dalam objek maupun sekitar objek. Amenities: relative dekat penginapan, dekat spot wisata lain, ada fasilitas toilet,peribadatan, dan kuliner. Ancillary Service: relative bersih dan nyaman, tersedia guide dan petugas. Beberapa ditemukan kurang pencahayaan dan kurang perawatan alat.</em></p> Dwi Kunto Nurkukuh, Candra Ragil ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45992 Wed, 16 Oct 2024 06:24:52 +0000 IDENTIFIKASI PENGELOLAAN PESISIR BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK DI KAMPUNG TAMBAH MULYO, KOTA SEMARANG https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45985 <p><em>Saat ini, kawasan pesisir memiliki berbagai ancaman yang membutuhkan intervensi guna meningkatkan ketangguhan wilayah. Pesisir tangguh merupakan jawaban berbagai ancaman seperti banjir, regulasi, ekonomi bahari, dan keberadaan organisasi pesisir</em>.<em> Pesisir tangguh bukan hanya mengenai kondisi fisik wilayah tetapi juga pengelolaan daerah pesisir yang sistematis. Salah satu kawasan pesisir di Kota Semarang adalah Tambak Mulyo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan kawasan pesisir secara komprehensif, baik fisik, regulasi kawasan, dan sistem organisasi. Data penelitian menggunakan data primer yaitu kuesioner dengan teknik cluster sampling. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan keadaan pengelolaan kawasan pesisir Tambak Mulyo. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat RW XII, XIII, XIV, dan XV sudah baik. Masyarakat terbiasa dengan banjir, tetapi tidak semua masyarakat mampu beradaptasi dengan baik. Keberadaan organisasi hanya ada pada RW XV tetapi kurang aktif. Demikian halnya dengan regulasi yang sudah ada di setiap wilayah RW XII, XIII, XIV, dan XV, tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui isi regulasi tersebut.</em></p> David Suwarno Kusweanto, Eldisya Martha Jebatu ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/45985 Wed, 16 Oct 2024 06:37:45 +0000 KARAKTERISTIK FISIK TEMPAT TINGGAL LAYAK PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA YOGYAKARTA https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/47440 <p><em>Isu ageing population menjadi perhatian global termasuk Indonesia. Provinsi DIY menempati peringkat tertinggi jumlah penduduk lanjut usia di atas 10% dan sebagian besar tinggal di perkotaan salah satunya Kota Yogyakarta. Kota ini telah melakukan penilaian tingkat kesesuaian menjadi kota ramah lansia berdasarkan penelitian Tim Peneliti SurveyMETER dan Center for Ageing Studies Universitas Indonesia tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta belum ramah terhadap lanjut usia. Di sisi lain, penelitian dari Wighnanda (2016) mengatakan bahwa kota ini menjadi kota yang diminati untuk pensiunan dan survei dari GoodStats (2022) mengatakan bahwa kota ini menjadi kota pilihan masyarakat Indonesia untuk menikmati hari tua. Dua pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan seperti apa karakteristik fisik tempat tinggal yang layak dari persepsi penduduk lanjut usia di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Perumahan Jatimulyo Baru, Kampung Wirosaban, dan Panti Wredha Budhi Dharma. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif. Metode pengumpulan data terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu pengumpulan data primer dengan cara observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder dengan cara menghimpun data di instansi maupun internet. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik tempat tinggal yang layak dari persepsi penduduk lanjut usia di Kota Yogyakarta terdiri dari kedekatan dengan sarana, lingkungan yang bersih, aman, tenang, kepadatan tempat tinggal normal, serta didukung oleh desain lingkungan yang mengakomodasi mobilitas penduduk lanjut usia. Ketiga lokasi penelitian secara khusus memiliki karakteristik yang berbeda. Kondisi Kota Yogyakarta belum sepenuhnya layak untuk ditinggali penduduk lanjut usia.</em></p> Fransisca Livia Purnama Sanjaya, Deva Fosterharoldas Swasto ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/47440 Wed, 16 Oct 2024 07:03:20 +0000 PERBANDINGAN TEKNIK PEMBOBOTAN DALAM DOWNSCALING PDRB DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/48085 <p><em>Perencanaan tata ruang dan pembangunan wilayah yang saling terkait memerlukan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang secara spasial representatif. PDRB yang secara resmi dikeluarkan oleh pemerintah mengasumsikan nilainya terdistribusi homogen secara spasial dalam satu wilayah administrative sehingga kurang representatif. Oleh karena itu dibutuhkan metode untuk menyediakan data ekonomi secara spasial yang dapat menggambarkan heterogenitas kegiatan ekonomi dalam suatu wilayah sehingga analisis dapat tajam dan rekomendasi intervensi perencanaan dapat tepat sasaran. Geographically Weighted Regression (GWR) downscaling dapat diterapkan karena terhadap karakteristik geografis wilayah yang beragam. Oleh karena itu itu GWR downscaling sensitif menggambarkan heterogenitas wilayah dengan unit ruang yang lebih kecil, misalnya pada penelitian ini dilakukan downscaling PDRB hingga pada grid estimasi beresolusi 500 m x 500 m. Ada beberapa pendekatan teknik pembobotan untuk menghasilkan nilai PDRB grid estimasi yang terbaik. Untuk mengujinya, dalam penelitian ini dilakukan perbandingan teknik pembobotan antara jenis fungsi kernel yang dikombinasikan dengan jenis bandwidth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik pembobotan Gaussian-Fixed menghasilkan nilai PDRB grid estimasi yang paling baik dibandingkan dengan teknik yang lain.</em></p> Adik Amin Nashrudien, Retno Widodo Dwi Pramono ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/planomadani/article/view/48085 Wed, 16 Oct 2024 07:45:53 +0000