https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/issue/feedRihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan2024-12-27T01:32:18+00:00Ahmad Habib Akramullah[email protected]Open Journal Systems<p><img src="http://sinta2.ristekdikti.go.id/assets/img/sinta_logo.png" alt="" width="70" height="auto"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan adalah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan yang diterbitkan oleh Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari – Juni dan Juli – Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang Sejarah dan Kebudayaan Islam.</span></span></span></span></span></span></p>https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/47703La Temmassonge: Tokoh Kunci Pengembangan Islam di Kerajaan Bone Abad ke-182024-12-26T13:34:38+00:00Arsy Amal[email protected]M. Dahlan[email protected]<p>Pada masa pemerintahan La Temmasonge Sultan Abdul Razak Jalaluddin, Raja<br>Bone ke-22, ia dikenal sebagai pemimpin yang berjiwa sosial tinggi dan memiliki<br>perhatian mendalam terhadap perkembangan agama Islam di Kerajaan Bone.<br>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peranan La Temmasonge dalam<br>pengembangan Islam di Kerajaan Bone pada abad ke-18. Metode penelitian yang<br>digunakan meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil<br>kajian menunjukkan bahwa sebagai pemimpin yang berjiwa sosial tinggi, La<br>Temmasonge aktif memperkuat nilai-nilai Islam melalui pembangunan pasar,<br>sawah, tambak dan masjid. Pembangunan pasar, sawah dan tambak memajukan<br>ekonomi lokal, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat interaksi sosial.<br>Sementara itu, pembangunan masjid mendukung akses pendidikan agama dan<br>memperkuat identitas Islam di masyarakat. Strategi La Temmassonge ini tidak<br>hanya berdampak pada aspek keagamaan, tetapi juga menghasilkan perubahan<br>signifikan pada tatanan sosial, ekonomi, dan politik di wilayah Jazirah Sulawesi.</p>2024-12-26T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/47602Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Balia pada Masyarakat Etnik Kaili di Kelurahan Taipa2024-12-26T13:21:05+00:00Ilma Melinea Putri[email protected]Syamzan Syukur[email protected]Rahmawati[email protected]<p class="KeyWords">Penelitian ini membahas tentang Implementasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi<br>Balia Pada Masyarakat Etnik Kaili Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara. Tujuan<br>penelitian ini untuk 1). Menganalisis dan mendeskripsikan eksistensi tradisi balia<br>di Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara 2). Menganalisis dan mendeskripsikan<br>tradisi balia dalam perspektif budaya Islam. Jenis penelitian ini ialah penelitian<br>lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan<br>beberapa pendekatan yaitu, pendekatan sejarah, pendekatan sosiologis,<br>pendekatan agama, dan antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi<br>balia merupakan ritual pengobatan tradisional masyarakat Kelurahan Taipa<br>Kecamatan Palu Utara yang merupakan warisan dari nenek moyang jauh sebelum<br>Islam hadir di Palu. Kehadiran Islam di Palu, memberikan pengaruh yang<br>signifikan terhadap eksistensi balia menjadi suatu kebudayaan yang bernilai Islam,<br>seperti adanya kegiatan musyawarah, bersuci dan menjalin ukhuwah Islamiyah.<br>Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah tentang budaya lokal dan<br>salah satu aset bangsa yang perlu dipertahankan. Oleh karena itu, diperlukan<br>kerjasama dengan pemerintah setempat agar tetap mempertahankan eksistensi<br>balia. </p>2024-12-26T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/49276Kontribusi Rihlah Ilmiah Ibnu Battuta terhadap Sumber Penulisan Sejarah Islam2024-12-26T13:41:27+00:00Andi Lifiani Ansar[email protected]Nuraeni S [email protected]Ishauddin Ibrahim[email protected]<p>Penelitian ini berdasar pada perjalanan Ibnu Battuta dari benua Afrika sampai Asia Tenggara Tahun 1333-1345 M. Pada perjalanan tersebut Ia banyak menyaksikan peristiwa penting Islam pada abad pertengahan. Atas dasar itu adapaun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dan apa dampak serta hasil yang didapatkan Ibnu Battuta dari perjalanan tersebut. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui sumber pustaka. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis, agama dan sosiologi dengan langkah-langkah penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi sehingga adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Battuta merupakan seorang faqih, ia adalah orang yang berilmu, ulet dan pemberani yang memiiliki latar belakang keluarga ahli hukum, Ibnu Battuta berhasil mencapai kesultanan Delhi di India dan menduduki jabatan penting di kerajaan Islam tersebut dan dengan berbekal ilmu pengetahuan, iman, pengalaman dan keberanian, ia kemudian di utus oleh kesultanan Delhi untuk menjadi duta diplomasi di Kekaisaran Dinasti Yuan serta membuktikan bahwa kondisi abad pertengahan dapat ia sampaikan secara rinci melalui sebuah karya yang ditulis oleh Ibnu Juzay yang didiktekan langsung oleh Ibnu Battuta sehingga karya tersebut menjadi salah satu rujukan sumber sejarah di masa sekarang.</p>2024-12-26T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/51909Integrasi Islam Dalam Politik Kedatuan Suppa Abad 17 Masehi2024-12-26T13:51:12+00:00Ahmad Nur Syaukani[email protected]Hasnani siri[email protected]Ahmad Yani[email protected]<p><em>Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana integrasi Islam dalam politik Kedatuan Suppa pada abad ke 17 M.</em> <em>Penelitian ini merupakan penelitian sejarah adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah Sejarah (historis), pendekatan antropologi, dan pendekatan sosiologi. Adapun langkah-langkah penelitian yang digunakan adalah heruistik, kritik sumber, interprretasi, historiografi. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa peran raja terhadap Islamisasi di Kedatuan Suppa pada abad ke 17 M. sangat penting. Setelah datu Suppa mengucapkan dua kalimat syahadat, maka beliau mengajak semua kelauarga besereta Masyarakatnya untuk memeluk ajaran Islam. Karena kepercayaan masyarakat Suppa yang menggap bahwa raja merupakan titisan dewa, sehingga menjadika seorang raja dengan mudah memegang kendali masyarakat untuk menganut agama Islam. Islam juga mempengaruhi struktur pemerintahan di Kedatuan Suppa. Pada abad ke- XVI M. Struktur kerajaan Limae Ajatappareng terkhusus Kedatuan Suppa di dahului oleh Raja, kemudian Pabbicara, Matoa dan dibawahanya yaitu Arung Lili’, Pakkaja, Passari, Paggalung, Pabbalu-balu, Paddare dan Paddengeng, Pangonroang Ongko/ Ale’ Karaja. Namu setelah agama Islam menjadi agama resmi kerajaan Suppa 1609 M. maka terbentuklah sebuah lembaga baru birokrasi dengan nama parewa syara’ yang dikepalai oleh seorang Qadhi. Sejak Islam diterima di Kedatuan Suppa sebagai agama kerajaan, bararti sara’ (syariat Islam), telah diintegrasikan sistem pangngadereng (wujud kebudayaan Bugis-Makassar). </em></p>2024-12-26T08:25:04+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/50349Peranan Raja Faisal Bin Abdul Aziz Al-Saud dalam Mempertahankan Kedaulatan Wilayah Palestina (1930-1975)2024-12-26T13:05:46+00:00Muhammad Wardiman Diman[email protected]Susmihara[email protected]Suraya Rasyid [email protected]Abu Haif[email protected]<p>This research studies the role of a figure titled "The Role of King Faisal bin Abdul Aziz in Defending<br>the Sovereignty of the Palestinian Territory (1930-1975)". King Faisal is a leader of the State of Saudi<br>Arabia who has made various efforts to liberate Palestine from Jewish occupation. This research<br>includes historical research using heuristics, source criticism, interpretation stages, and historiography.<br>The results of this research showed that the efforts made by King Faisal were in the form of greeting<br>friends from Arab countries to help the Palestinian people in their struggle to defend their territory.<br>Other efforts carry out political diplomacy through various channels, such as the PBB, OKI,<br>Rabitahah al-Alam al-Islami, OPEC (The Organization of the Petroleum Exporting Countries), and<br>making direct contact with organizational leaders in Palestine. Apart from that, King Faisal also<br>provided financial assistance and weapons to Palestine. Therefore, King Faisal is an Islamic figure<br>from Saudi Arabia who has an important role in defending the sovereignty of the Palestinian territory.</p>2024-12-26T12:27:27+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/51797Perubahan Sistem Politik Kerajaan Sawitto Pasca Perlawanan terhadap Kolonial Belanda (1905-1906)2024-12-27T01:32:18+00:00Zulfahmi[email protected]Musyarif[email protected]A. Nurkidam[email protected]<p><span class="s9">Penelitian ini berkonsentrasi pada perlawanan Kerajaan Sawitto terhadap pemerintah kolonial Belanda. Ini menekankan proses perselisihan antara kerajaan dan pemerintah kolonial, serta efek dari perselisihan tersebut. Penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah: pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan analisis sosial politik untuk menjelaskan hal ini. Penelitian ini menemukan bahwa perlawanan Sawitto pada awal abad ke-20 terutama disebabkan oleh penolakan terhadap kebijakan pelabuhan wajib pajak yang memungut cukai impor, ekspor, dan pajak pelabuhan. Selain itu, campur tangan pemerintah kolonial Belanda dalam urusan domestik Kerajaan Sawitto juga merupakan faktor. Konflik ini akhirnya diselesaikan oleh pemerintah kolonial Belanda, memulai konsolidasi kekuasaan kolonial di Sawitto. </span><span class="s9">Hal ini berdampak pada perubahan sistem politik lokal, seperti pengambilan wewenang raja oleh Belanda dan pembatasan peran raja Sawitto menjadi sekadar simbol. Kekalahan Sawitto menandai integrasi kekuasaan kolonial di wilayah tersebut dan memicu transformasi dalam sistem politik lokal, di mana peran raja dibatasi sebagai simbol tanpa kekuasaan administratif. Temuan ini memberikan wawasan mengenai dampak kolonialisme terhadap dinamika politik dan posisi kerajaan lokal dalam sistem kolonial.</span><br><br></p>2024-12-26T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##