Unveiling the Presence of Escherichia coli in Meatball Cart Traders' Tableware: A Comprehensive Analysis in Region X
Abstrak
Pedagang bakso gerobak keliling merupakan pedagang kaki lima dengan menggunakan gerobak yang dibawa oleh pedagang bakso dan berpindah-pindah, fasilitas makanan yang dimuat dalam gerobak memungkinkan tingkat sanitasi yang buruk diakibatkan oleh keterbatasan tempat dan kebersihan peralatan makan yang buruk mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan penyebaran kuman penyakit oleh bakteri khususnya E.coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Escherichia coli pada mangkuk yang digunakan pedagang bakso gerobak, mengetahui sarana (alat) dan sanitasi lingkungan, mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pedagang terhadap teknik pencucian, pengeringan, dan penyimpanan alat makan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisa laboratorium untuk mengetahui keberadaan Escherichia coli pada mangkuk. Teknik sampel menggunakan total sampling dengan jumlah populasi 10 pedagang. Hasil pemeriksaan dari sepuluh sampel mangkuk 100% memenuhi syarat dengan standar baku mutu keberadaan Escheriscia coli sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1096/Menkes/Per/VI/2011 yaitu 0 (Nol) atau <1x101 CFU/cm2. Hasil observasi terkait peralatan 60% memenuhi syarat dan sanitasi tempat berjualan 80% memenuhi syarat. Perilaku pedagang bakso terhadap teknik pencucian, pengeringan dan penyimpanan dikategorikan cukup dengan rata-rata 65,45%. Penilaian sikap pedagang dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 75,8%, dan perilaku pedagang dikategorikan cukup 65,4545%. Disarankan untuk selalu menjaga kebersihan terutama alat makan dan lingkungan berjualan.
Referensi
Abiyyah, Silmi Farhah. (2019). “Hubungan Sanitasi Dasar Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung Tahun 2019.” Progress in Retinal and Eye Research 561(3):S2–3.
Agustiningrum, Yuda. (2018). “Hubungan Hygiene Sanitasi Dengan Angka Kuman Peralatan Makan Pada Pedagang Makanan Kaki Lima Di Alun-Alun Kota Madiun.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1–162.
Apriani, puput. (2017). “Analisis Sanitasi Dan Angka Kuman Pada Peralatan Makan Di Rumah Makan Padang Di Wilayah Kelurahan Sido Mulyo Kota Bengkulu.”
Arisanti, Risalia Reni, Citra Indriani, and Siswanto Agus Wilopo. (2018). “Kontribusi Agen Dan Faktor Penyebab Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan Di Indonesia: Kajian Sistematis.” Berita Kedokteran Masyarakat 34(3):99. doi: 10.22146/bkm.33852.
Chlebicz, Agnieszka, and Katarzyna Śliżewska. (2018). “Campylobacteriosis, Salmonellosis, Yersiniosis, and Listeriosis as Zoonotic Foodborne Diseases: A Review.” International Journal of Environmental Research and Public Health 15(5):1–28. doi: 10.3390/ijerph15050863.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. (2021). Data Profil Kesehatan Kabupaten Bandung.
Dyah Suryani, Piki Paslini, and Suyitno. (2022). “Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Angka Kuman Pada Piring Di Warung Makan, Wirogunan, Kota Yogyakarta.” SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat 1(3):404–17. doi: 10.55123/sehatmas.v1i3.686.
Fadhila, Mayvika Farah, Nur Endah Wahyuningsih, and Yusniar Hanani D. (2015). “Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Kualitas Bakteriologis Pada Alat Makan Pedagang Di Wilayah Sekitar Kampus UNDIP Tembalang.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 3(3):2356–3346.
Gunawan, Nurul Aqilah. (2019). “‘Gambaran Sanitasi Alat Makan Dan Keberadaan Bakteri Pada Alat Makan (Mangkuk) Pedagang Bakso Gerobak Di Kota Makassar.’” Society 2(1):1–19.
Kobis, Ifka W., Jootje M. L. Umboh, and Victor Pijoh. (2013). “Gambaran Keberadaan Escherichia coli Pada Peralatan Makan Di Rumah Makan Pasar Bersehati Kota Manado.” Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado Klas I Kedungpane Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal).
Lado, Ronaldo Yunus, Eva Runi Kristiani, and Heni Febriani. (2020). “Analisis Higiene Sanitasi Dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli Pada Peralatan Makan (Piring) Di Warung Lesehan Pada Wilayah Babarsari.” Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati 5(1):20. doi: 10.35842/formil.v5i1.298.
Marisdayana, Rara, and Hesty Yosefin. (2017). “Teknik Pencucian Alat Makan , Personal Hygiene Terhadap Kontaminasi Bakteri Pada Alat Makan.” 2(October):376–82.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua Dan Pemandian Umum.” Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 1–20.
Nugroho, M. D. .., and R. Yudhastuti. (2014). “Kondisi Higiene Penjamah Makanan Dan Sanitasi Kantin Di SMAN 15 Surabaya.” Jurnal Kesehatan Lingkungan 7(2):166–70.
Pratama, Yulianti, and Nadya Almira Rachman. (2020). “Studi Higiene Sanitasi Makanan Dengan Pemeriksaan Escherichia coli Air Pencucian Dan Peralatan Makan Di Pujasera X.” Jurnal Serambi Engineering 5(4). doi: 10.32672/jse.v5i4.2356.
Tumelap, Henny J. (2011). “Kondisi Bakteriologik Peralatan Makan Di Rumah Makan Jombang Tikala Manado.” Jurnal Kesehatan Lingkungan I:20–27.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##Informasi Hak Cipta
KEBIJAKAN HIGIENE : JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (AKSES TERBUKA)
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).