KAJIAN KETIMPANGAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN HASIL PEMEKARAN STUDI KASUS : PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
Provinsi Kalimantan Timur memiliki 14 kota/kabupaten sebelum dimekarkan menjadi dua provinsi, pemekaran daerah tersebut membuat Provinsi Kalimantan Timur kini hanya memiliki 9 kota/kabupaten dimana 5 kota/kabupaten bergabung ke dalam Provinsi Kalimantan Utara. Namun pada tahun 2013 wilayah Kabupaten Kutai Barat yang termasuk dalam Provinsi Kalimantan Timur dimekarkan menjadi Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga Provinsi Kalimantan Timur kini memiliki 10 kota/kabupaten. Berdasarkan rata-rata tahun 2020-2021 sebesar 6,372% merupakan penduduk miskin dan indeks gini sebesar 0,331% hal ini menunjukkan masih terdapat ketimpangan ekonomi di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antar daerah di daerah hasil pemekaran. Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur menggunakan data sekunder tahun 2017-2021. Perkembangan ekonomi dianalisis dengan menggunakan tipologi Klassen dan indeks Entropi Theil agar dapat menunjukkan daerah cepat maju dan cepat tumbuh, daerah berkembang, daerah maju tapi lamban tumbuh dan daerah tertinggal serta mengukur ketimpangan antar daerah pada kabupaten/kota hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Timur.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.