Strategi Ekspor Kakao Olahan Indonesia melalui International Cocoa Organization (ICCO) ke Uni Eropa

  • Niluh Gede Risnayanti Universitas Fajar
    (ID)
  • Achmad universitas Fajar
    (ID)
Kata Kunci: ICCO, Indonesia, Kakao, Ekspor, Uni Eropa

Abstrak

Indonesia, sebagai produsen kakao terbesar ketiga dunia, bergabung dengan International Cocoa Organization (ICCO) pada tahun 2012 untuk meningkatkan akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, dan memperkuat posisi negosiasi dengan Uni Eropa dalam upaya mengembangkan industri kakao nasional dan meningkatkan ekspor kakao olahan ke pasar global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong bergabungnya Indonesia dengan ICCO (International Cocoa Organization) serta mengkaji strategi ekspor kakao olahan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif untuk mengeksplorasi secara mendalam strategi Indonesia dalam meningkatkan ekspor kakao olahan ke Uni Eropa melalui keanggotaannya di ICCO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bergabungnya Indonesia dengan International Cocoa Organization (ICCO) didorong oleh berbagai faktor strategis dan diikuti oleh pengembangan strategi ekspor kakao olahan yang komprehensif. Sebagai produsen kakao besar, Indonesia memanfaatkan keanggotaan di ICCO untuk meningkatkan posisi dan daya saing industri kakao nasional di pasar global melalui peningkatan akses pasar, perolehan informasi, pengembangan kapasitas, dan penguatan posisi diplomatik. Strategi ekspor yang dikembangkan mencakup upaya diplomatik untuk mengurangi tarif bea masuk di Uni Eropa, peningkatan kualitas produk, diversifikasi produk, dan promosi sertifikasi berkelanjutan serta memanfaatkan forum ICCO untuk transfer teknologi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Adam Johnson. (2023, July 25). A Very Short History of Cocoa. Beyond Beans.

Barston, R. . (1997). Modern Diplomacy. N.Y: Longman.

BPS. (2020). statistik-kakao-indonesia-2020. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/11/30/a553dc1b3648d2f5cdad1789/statistik-kakao-indonesia-2020.html

Charles W & Freeman Jr. (2010). The Diplomat’s Dictionary. Institute of Peace Press.

Dinas Perkebunan Kaltim. (2011). Diskriminasi Eropa Kakao Indonesia. Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Dikutip Dari Kompas.Com.

Djelantik, S. (2008). Diplomasi antara Teori dan Praktik. Graha Ilmu.

exim kemenag. (2021). Ekspor Produk. Kementerian Perdagangan. https://exim.kemendag.go.id/#

Fadilah, N., & Hidayati, D. R. (2017). Cocoa Marketing Management At Banjarsari Plantation Of PTP XII Jember (Vol. 11, Issue 1). https://journal.trunojoyo.ac.id/neo-bis/article/view/2949/pdf.2

Faisal, A. (2019). Respon Indonesia Terkait Kebijakan Tariff Dari Uni Eropa Dalam Studi Kasus Produk Kakao. EJournal Ilmu Hubungan Internasional, 7(3), 1179–1188. http://www.wto.org/wto/seattle/about_e/summary_01.html/,diakses

Ghozy, M. R. Al, Aris Soelistyo, & Hendra Kusuma. (2017). Analisis Ekspor Kakao Indonesia Di Pasar Internasional. In Jurnal Ilmu Ekonomi (Vol. 1). https://jepa.ub.ac.id/index.php/jepa/article/view/1169

Ibnu, M. (2022). Mencapai Produksi Kakao Berkelanjutan Di Indonesia. Agribisains.

ICCO. (n.d.). https://www.icco.org/who-we-are/.

ICCO. (2010). Cocoa Agreement 2010. https://www.icco.org/wp-content/uploads/2019/07/Cocoa-Agreement-2010-English-1.pdf

ICCO. (2019). Transfer Teknologi pada Praktik Pertanian Terbaik untuk Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Vascular-Streak Dieback (VSD) dan Phytophthora Pod Rot (PPR) pada Tanaman Kakao. ICCO. https://www.icco.org/transferring-technology-on-best-agricultural-practices-to-prevent-and-control-vascular-streak-dieback-vsd-and-phytophthora-pod-rot-ppr-diseases-of-cocoa/

Indira Aryani, M., Vauza Wardania, R., & Anugrah Sari, W. (2020). Research Articles Multilateral Diplomacy as China’s Expansionism in ACFTA. WIMAYA.

Izzatin, N. R., Durroh, B., & Masahid, M. (2023). Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional. Agro Bali : Agricultural Journal, 6(2), 337–349. https://doi.org/10.37637/ab.v6i2.1266

Kementerian Pertanian. (2019). Perjuangan Kakao Indonesia di Forum ICCO. Direktorat Jendral Perkebunan. https://ditjenbun.pertanian.go.id/perjuangan-kakao-indonesia-di-forum-icco/

Kementerian Pertanian. (2023). Analisis Kinerja Perdagangan Kakao. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/2F_Analisis_KInerja_Perdagangan_Kakao_2023.pdf

Kementrian Keuangan RI. (n.d.). Kajian Perkembangan Perekonomian Kakao Nasional Pasca Pengenaan Bea Keluar Biji Kakao. www.fiskal.depkeu.go.id

Langhorne. (2012). The Unique Challenges Presented by Multilateral Diplomacy. Social Science Research Network.

Martauli, S., Perencanaan, B., Pembangunan, D., Makassar, D., & Selatan, S. (2015). Peran diplomasi sebagai cara meningkatkan Pengakuan internasional terhadap posisi suatu Negara dalam mengimplementasikan kebijakan politik luar negeri (Studi kasus di Indonesia). In Jurnal Good governance (Vol. 11, Issue 1).

Martha Seniasi, K. (2022). Peran Organisasi Internasional Dalam Penanganan Covid-19 Serta Pemulihan Ekonomi Di Indonesia. In Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha (Vol. 10, Issue 2). https://projasaweb.com/pengertian-organisasi/,

Oktriando, D., Joko Waluyo MSi, T., Riau Kampus Bina Widya Jl Soebrantas Km, U. H., & Baru, S. (2014). Motivasi Indonesia Bergabung Dalam Icco (International Cocoa Organization) Tahun 2012 Oleh. In Jom FISIP (Vol. 1, Issue 2). www.Republika.com.Bebaskan

PPID Direktorat Jendral Perkebunan. (2024). Konsumsi Cokelat Uni Eropa Meningkat, Peluang Bagi Kakao Indonesia. In KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA.

Prasetya, D. (2011). Menjadi anggota ICCO, Indonesia bisa tentukan kebijakan ekspor kakao. Industri.Kontan.Co.Id. https://industri.kontan.co.id/news/menjadi-anggota-icco-indonesia-bisa-tentukan-kebijakan-ekspor-kakao-1

Purnomo, D. M., Siswati, E., & Koesriwulandari. (2019). Pengaruh Ekspor Kakao Indonesia Yang Ditinjau Dari Kebijakan Perdagangan Internasional. https://journal.uwks.ac.id/index.php/sosioagribis/article/download/829/713

Rahmadona, L., Nauly, D., & Iriani Putri, D. (2023). Analisis Daya Saing Kakao Olahan Indonesia di Negara Tujuan Utama Dunia (Vol. 8, Issue 1). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/ftan/article/view/16736/8951

Ramadhini, T. (2019). Upaya Indonesia Dalam Meningkatkan Ekspor Produk Olahan Kakao Ke Uni Eropa Periode 2009-2014. https://repository.upnvj.ac.id/3717/3/BAB I.pdf

Refin Satrio, & Andi Kurniawan. (2022). External Efforts to Increase Cocoa Exports to the European Market: A Comparison between Ghana and Indonesia Refin Satrio Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jispo/index

Shinta, C. (2018). Influence Of The Policy Of Non-Tariff Barrier In European Union On Export Of Indonesian Cocoa Beans In 2011. http://lipi.go.id/berita/kualitas-biji-kakao-

Sumaryo Suryokusumo. (2007). Pengantar Hukum Organsisasi Internasional. PT Tatanusa.

Teuku May Rudy. (2009). Administrasi dan Organisasi Internasional. Angkasa .

Widyastutik, & Reni Kristina Arianti. (2013). Strategi Kebijakan Mutu Dan Standar Produk Ekspor Dalam Meningkatkan Daya Saing (Studi Kasus Produk Ekspor Biji Kakao). Jurnal Manajemen & Agribisnis. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jmagr/article/view/8481/6639

Zulfiandri. (2018). Strategi Percepatan Pengembangan Industri Pengolahan Kakao Dan Industri Coklat Di Indonesia (Vol. 14, Issue 1). https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/article/view/3587/2832

Diterbitkan
2024-12-12
Abstrak viewed = 276 times