FEMALE CHARACTERS STRUGGLE TO FIGHT AGAINST THE PATRIARCHAL CULTURE IN THE NOVEL THE GOD OF SMALL THINGS BY ARUNDHATI ROY
Abstrak
This study aims to determine the forms and impacts of patriarchal culture experienced by female characters in the novel The God of Small Things by Arundhati Roy. This study uses a qualitative method with a feminist approach by using Simone De Beauvoir's Existential Feminism theory. The researcher collected data from the novel The God of Small Things using a note-taking instrument. The results of the analysis show that there are three forms of resistance to patriarchal culture in the novel The God of Small Things, namely women able to work, women are able to become intellectuals, and women can refuse service to their bodies. This study also found the impact of patriarchal culture on female characters in the novel, namely: subordination, discrimination, violence against women, sexual harassment, and trafficking of women. Therefore, the researcher found that Arundhati Roy's novel presented female characters who live under a patriarchal discourse that subjugates them to multiple oppressions of both race and gender-based discrimination.
Penulis yang menerbitkan karya mereka dalam jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
-
Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan melalui Creative Commons Attribution License. Lisensi ini memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan syarat memberikan pengakuan atas kepenulisan serta publikasi awal dalam jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan secara terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya yang telah diterbitkan dalam jurnal ini (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan bahwa karya tersebut pertama kali dipublikasikan dalam jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan. Hal ini dapat mendorong pertukaran akademik yang produktif serta meningkatkan jumlah kutipan lebih awal dan lebih luas setelah karya diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).