PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL

  • Nur Yuliany Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Rahmat Hidayat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Nursalam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Suharti Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Baharuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
Kata Kunci: pengembangan, alat ukur, pemahaman konsep, Tessmer

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosedur pengembangan alat ukur untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep pada pokok bahasan SPLTV siswa kelas X SMAN 6 Wajo dan untuk mengetahui bagaimana kualitas alat ukur untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep pada pokok bahasan SPLTV siswa kelas X SMAN 6 Wajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan berdasarkan model formative research Tessmer yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu: 1) preliminary, 2) self evaluation¸3) prototyping (expert review, one-to-one, dan small group) dan 4) field test. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan untuk lembar validasi menggunakan indeks validitas Aiken’s V, sedangkan untuk angket dan tes menggunakam analisis respon peserta didik dan analisis kualitas butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan alat ukur kemampuan pemahaman konsep pada pokok bahasan SPLTV melalui 4 tahapan, yaitu (a) tahap preliminary, (b) tahap self-evaluation, (c) tahap prototyping, dan (d) tahap field test, (2) Dari hasil uji coba yang diperoleh dari data one-to-one alat ukur yang telah dikembangkan pada tahap uji validasi oleh ahli memenuhi kriteria valid dengan nilai koefisien validitas sebesar 0,8. Hasil analisis respons peserta didik sebesar 77% berada pada kriteria hampir sepenuhnya peserta didik merespon positif terhadap keterbacaan soal. Hasil analisis tingkat kesukaran soal diperoleh rata-rata skor total sebesar 0,53 berada pada kategori sedang, sedangkan hasil analisis daya pembeda diperoleh skor rata-rata sebesar 0,24 berada pada kategori cukup.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Amalia & Ahmad. (2015). Penerapan model eliciting activities untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan self confidence siswa SMA. Jurnal Didaktik Matematika, 2(2), 38–48. Retrieved from https://jurnal.unsyiah.ac.id/DM/article/view/2848

Annajmi. (2016). Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMP melalui metode penemuan terbimbing berbantuan software geogebra. Journal of Mathematics Education and Science, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.30743/mes.v2i1.110

Fadzillah & Wibowo. (2015). Analisis kesulitan pemahaman konsep matematika kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 140–144.

Febriyanto, B., Haryanti, Y. D., & Komalasari, O. (2018). Peningkatan pemahaman konsep matematis melalui penggunaan media kantong bergambar pada materi perkalian bilangan di kelas II Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 4(2), 32. https://doi.org/10.31949/jcp.v4i2.1073

Hadi, S. (2019). TIMSS Indonesia (Trends in International Mathematics and Science Study). 562–569. Retrieved from https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/sncp/article/view/1096

Hartinah, S., & Ferdianto. (2019). Identifikasi kesalahan siswa dalam memahami materi SPLTV. Seminar Nasional Pendidikan Matematika 1(1), 484–492.

Kuswanti, Y., & Nusantara, T. (2018). Deskripsi kesalahan siswa pada penyelesaian masalah sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(7), 865–872. http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v3i7.11286

Mania, S. (2014). Assesment autentik untuk pembelajaran aktif dan kreatif implementasi kurikulum 2013. Makassar: Alauddin University Press.

Musriliani & Ansari. (2015). Pengaruh pembelajaran contextual teaching learning (CTL) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP ditinjau dari gender. Jurnal Didaktik Matematika, 2(2), 49–58. Retrieved from https://jurnal.unsyiah.ac.id/DM/article/view/2814/0

Qomariyah, N. (2017). Program studi Pendidikan Matematika fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo 2017. 200.

Rahmawati, A. Husnadi, M. & H. (2019). Implementasi kahoot sebagai instrumen tes pembelajaran fisika di era digital. SENDIKA: Seminar Pendidikan, Vol. 3, 23-34. http://seminar.uad.ac.id/index.php/sendika/article/download/3173/pdf

Sri & Asih. (2017). Analisis kemampuan pemahaman konsep matematika ditinjau dari rasa ingin tahu siswa pada model concept attainment. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(2), 217–224. Retrieved from http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/34959

Tohir, M., & Ibrahimy, U. (2020). Hasil PISA Indonesia tahun 2018 turun dibanding tahun 2015. 10–12. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/8Q9VY

Triwibowo, Pujiastuti, E., & Suparsih, H. (2018). Meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan daya juang siswa melalui strategi trajectory learning. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 347–353. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/download/19615/9526

Zulkardi. (2006). Formative evaluation: what, why, when, and how.

Diterbitkan
2022-11-30
Bagian
Vol. 4 No. 2
Abstrak viewed = 192 times