Asupan Protein dan Menstruasi dengan Status Anemia Remaja Putri berdasarkan Status Ekonomi di Kabupaten Cianjur
Abstrak
Anemia adalah masalah mikronutrien di seluruh dunia, khususnya terjadi di negara berkembang. Terjadinya anemia di negara berkembang diperkirakan sekitar pada 30% populasi dunia. Dua puluh sembilan persen dan 38% wanita tidak hamil dan hamil masing- masing menderita anemia (WHO 2011). Prevalensi anemia pada remaja perempuan dan wanita usia reproduksi (15-24 tahun) di tingkat nasional adalah 18,4% (Kemenkes RI 2014). Peranan protein dalam transportasi zat besi sangat diperlukan karena jika kekurangan asupan protein dapat menyebabkan terhambatnya transportasi sehingga terjadinya kekurangan zat besi (Utami 2013). Selain itu, peningkatan kebutuhan asupan zat besi pada remaja putri dibutuhkan lebih banyak daripada remaja pria karena setiap bulannya remaja putri mengalami menstruasi. Kabupaten Cianjur berada di urutan keempat tergolong ekonomi rendah di provinsi Jawa Barat dengan jumlah 207.07 ribu orang dari 2244 juta orang. Faktor ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor terhadap kejadian anemia yang dikarenakan rendahnya daya beli pangan keluarga (Oktaviani 2018).
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan subjek remaja diambil berdasarkan sekolah yang mengikuti program suplementasi mingguan besi-folat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang dilakukan secara purposive sampling. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 - Januari 2020. Data dikumpulkan peneliti melalui wawancara menggunakan kuesioner. Pemeriksaan kadar hemoglobin darah dilakukan oleh petugas laboratorium kesehatan di Kabupaten Cianjur dengan menggunakan alat hemocue 301.
Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin kelompok ekonomi rendah dan tinggi (p=0,168). Terdapat perbedaan asupan protein pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan lama menstruasi dan siklus menstruasi pada kelompok ekonomi rendah dan tinggi. Terdapat hubungan asupan protein (p=0,059) dengan status anemia pada subjek. Tidak terdapat hubungan lama menstruasi dan siklus menstruasi dengan status anemia subjek.
Referensi
Adnan HA, Desa A, Sulaiman WS, Ahmad MI, Mokhtar DM. (2014). Emotional intelligence and religious orientation among secondary school students. Jurnal Psikology Malaysia. 28(2): 1-17.
Andriza. 2018. Pengaruh lama menstruasi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri di Nahdatul Ulama Palembang tahun 2017. Masker Medika. 5:372-380.
[BPS] Badan Pusat Statistik. (2020). Perencanan Pembangunan. Jakarta.
Dittner AJ, Wessely SC, Brown RG. (2004). The assessment of fatigue practical
Fatimah. (2012). Anemia dalam Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Fayet-Moore F, Kim J, Sritharan N, Petocz P. (2016). Impact of breakfast skipping and breakfast choice on the nutrient intake and body mass index of Australian children. Nutrients. 8: 487-499.
Febrianti, Utomo WB, Adriana. (2013). Lama Haid dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 4(1): 11-15.
Fiqriyah R, Hari W, Ro’ufah I. (2016). Pengaruh pengelolaan uang saku, modernitas, kecerdasan emosional, dan pemahaman dasar ekonomi terhadap rasionalitas perilaku konsumsi siswa kelas X IIS MAN 1 Malang. JPE. 9(1).
Guyton AC, Hall JE. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
Hadijah S, Hasnawati, Hafid MP. (2019). Pengaruh masa menstruasi terhadap kadar hemoglobin dan morfologi eritrosit. Jurnal Media Analisis Kesehatan.
Hardinsyah, Hadi R, Victor N. (2014). Kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Jakarta (ID) : Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi X.
Jalambo MO, Hamad A, Abed Y. (2013). Anemia and risk factors among female secondary studentsin the Gaza Strip. Journal Public Health. 21:271–278.
Kaur K. (2014). Anaemia ‘a silent killer’ among women in India. Euro J Zool Res: Present scenario.
Kolodzjieg S and Lato K. (2015). The Role of Parental influences on the economic socialization of children. University Warsaw, Poland. Problems of education in the 21stcentury. 8 (99)
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan Repulik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta (ID): Kemenkes RI.
Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: EGC;p. 231-2.
Proverawati. (2010). Anemia dan anemia kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Syatriani S, Aryani A. (2010). Konsumsi Makanan dan Kejadian Anemia pada Siswi Salah Satu SMP di Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 4(6).
Thalib SB. (2010). Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Teji K, Yadeta D, Tesfaye A, Meyrema A. (2016). Anaemia and nutritional status of adolescent girls in Babile District, Eastern Ethiopia. Pan African Medical Journal. 24 (1).
Utami NH, Rosha BC. (2013). Anemia dan anemia gizi besi pada kehamilan: hubungannya dengan asupan protein dan zat gizi mikro. Jurnal Ekologi Kesehatan. 12:224-33.
Utami, Baiq Nurlaili, dkk (2015). Hubungan Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Jurnal Keperawatan Soedirman. The Soedirman Journal of Nursing. 10(2).
[WHO] World Health Organization. (2015). The Global Prevalence Of Anaemia In 2011. Geneva: World Health Organization.
Yunarsih. (2014). Hubungan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII SMP N 6 Kediri. Jurnal ilmu Kesehatan. 3(1): 25-33. doi: https://doi.org/10.32831/jik.v3i1.42.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted to publish their work online in third parties as it can lead to wider dissemination of the work.