Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Self Management Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Abstrak
Menurut International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019 ditemukan sebanyak 463 juta orang menderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan dan self management pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Somba Opu tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan penelitian pre post one group design, dan pendekatan quasy experiment. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel 45 orang penderita diabetes melitus tipe 2. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuesioner, media video dan leaflet. Analisis data yang digunakan terdiri dari 2 tahapan yaitu univariat dan bivariat (uji Anova dan uji Friedman). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tidak ada pengaruh edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan pre test di setiap kelompok intervensi (p ꞊ 0.155), Ada pengaruh edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan post test nilai p = 0.001, tingkat self management pre test (p = 0.001) dan tingkat self management post tes (p = 0.000) pada setiap kelompok intervensi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. dengan kejadian diabetes melitus diharapkan bagi petugas kesehatan agar dapat lebih meningkatkan program dalam bidang penyuluhan dan diberikan edukasi terkait cara terapi diet pemilihan makanan.
Referensi
Afriyani, A., Suriadi, S., & Righo, A. (2020). Media edukasi yang tepat pada pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan diet: literature review. ProNers, 5(2). http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v5i2.46167
De Lusignan, S., Liyanage, H., McGagh, D., Jani, B. D., Bauwens, J., Byford, R., Evans, D., Fahey, T., Greenhalgh, T.,Jones, N., Mair, F. S., Okusi, C., Parimalanathan, V., Pell, J. P., Sherlock, J., Tamburis, O., Tripathy, M., Ferreira, F., Williams, J., & Hobbs, F. D. R. (2020). COVID-19 Surveillance in a Primary Care Sentinel Network: In-Pandemic Development of an Application Ontology. JMIR Public Health and Surveillance, 6(4), e21434. https://doi.org/10.2196/21434
Dinkes Gowa. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Gowa. Dinas Keshatan Kabupaten Gowa.
Ernawati, S. . (2010). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terkendalinya Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di RSUP Fatmawati Jakarta Tahun 2009. https://repo-mhs.ulm.ac.id//handle/123456789/11260
Gunarm, D. S. (2008). Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Istianah, I., Septiani, S., & Dewi, G. K. (2020). Mengidentifikasi Faktor Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kota Depok Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 72-78. http://www.journal.stikeshb.ac.id/index.php/jurkessia/article/view/255
Irma, R., Wahyuningsih, S., & Sake,R. (2017). Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuan, Sikap Penyandang Diabetes Mellitus di Poliklinik Interna RSU Bahteramas Sulawesi Tenggara. Ilmu Gizi Indonesia, 1(1), 40–48. https://doi.org/10.35842/ilgi.v1i1.12
Kahn, S. E., Cooper, M. E., & Del Prato, S. (2015). Pathophysiology And Treatment Of Type 2 Diabetes: Perspectives On The Past, Present, And Future. The Lancet, 383(9922), 1068–1083. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)62154-6
Krist, A. H., Devoe, J. E., Cheng, A., Ehrlich, T., & Jones, S. M. (2020). Redesigning Primary Care To Address The COVID1-9 Pandemic In The Midst Of The Pandemic. Annals Of Family Medicine, 18(4), 349–354. https://doi.org/10.1370/afm.2557
Kusnanto, K., Sundari, P. M., Asmoro, C. P., & Arifin, H. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan dan diabetes self- management dengan tingkat stres pasien diabetes melitus yang menjalani diet. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(1). 31–42.
Mulyati, L., & Trimarliana, M. (2017). Model Pendidikan Interprofesional Dalam Upaya Peningkatan Kemampuan Kolaboratif Mahasiswa Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 6(2), 17–26. https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/47
Nazriati, E., Pratiwi, D., & Restuastuti, T. (2018). Pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 dan hubungannya dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Mandau Kabupaten Bengkalis. Majalah Kedokteran Andalas, 41(2), 59-68. https://doi.org/10.25077/mka.v41.i2.p59-68.2018
Nurhayati, E. (2018). Psikologi pendidikan inovatif (Vol. 2). Pustaka Pelajar.
Partika, R., Angraini, D. I., & Fakhruddin, H. (2018). Pengaruh Konseling Gizi Dokter terhadap Peningkatan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Majority, 7(3), 276-283. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/2091
Putri, N. A., & Pritasari, P. (2017). Effect Of Nutrition Education On Knowledge, Attitude, And Food Pattern Of Type 2 Diabetes Patients At Puskesmas Kecamatan Ciracas. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 2(2), 54– 64.
Putra, I. W. A. & Berawi, K. N. (2015). Empat Pilar Penatalaksanaan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Four Pillars Of Management Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Majority4, 8–12.
Reeves, S., Lewin, S., Espin, S., & Zwarenstein, M. (2011). Interprofessional Teamwork For Health And Social Care (Vol. 8). John Wiley & Sons.
Sonyo, S. H., Hidayati, T., & Sari, N. K. (2016). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Pengaturan Makan Penderita DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal 02. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 4(3), 37–49. https://doi.org/10.33366/jc.v4i3.433
Yunitasari, T., Yuniarti, Y., & Mintarsih, S. N. (2019). Efektivitas Edukasi Empat Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Pasien Prolanis. Jurnal Riset Gizi, 7(2), 131-134. https://doi.org/10.31983/jrg.v7i2.5108
Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K., & Suputra, P. A. (2021). Diabetes Melitus Tipe 2: Faktor Risiko, Diagnosis, Dan Tatalaksana. Ganesha Medicine, 1(2), 114-120. https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006
World Health Organization. (2020). Novel Coronavirus ( 2019- nCoV): situation report, 3. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/330776/nCoVsitrep31Jan2020-eng.pdf
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted to publish their work online in third parties as it can lead to wider dissemination of the work.