Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) pada Cokelat Putih sebagai Snack Alternatif Pencegahan Anemia pada Remaja Putri

  • irma susan Poltekkes kemenkes riau
    (ID)
  • Dewi Rahayu Poltekkes Kemenkes Riau
    (ID)
  • Dewi Erowati Poltekkes Kemenkes Riau
    (ID)
  • Hesti Atasasih Poltekkes Kemenkes Riau
    (ID)
Kata Kunci: cokelat putih, tepung daun kelor, uji hedonik

Abstrak

Daun kelor mengandung banyak sekali zat gizi, salah satunya zat besi. Asupan zat besi yang tidak mencukupi dapat menyebabkan anemia pada remaja,  karena zat besi merupakan unsur terpenting untuk pembentukan hemoglobin. Tepung daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi pembuatan olahan pangan. Salah satu olahan pangan yang gemar dikonsumsi oleh remaja adalah cokelat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonic pada cokelat putih dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera L.). Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 0%, 0,01%, 0.02%, dan 0,03%. Panelis penelitian adalah 25 panelis agak terlatih. Analisis statistic perbedaan uji hedonic yang digunakan adalah uji Kruskal Wallis (a≤0,05). Hasil uji hedonic menunjukkan bahwa perlakuan yang paling disukai adalah perlakuan K2 (0,02%). Hasil analisis statistic menunjukkan adanya perbedaan uji hedonic pada karakteristik rasa (p=0,018) dan warna (p=0,006), dan tidak adanya perbedaan pada karakteristik aroma (p=0,872) dan tekstur (p=0,163). Kadar zat besi dan vitamin c tertinggi pada cokelat kelor diperoleh dari perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor sebanyak 7,5 gr (K3). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan inovasi baru, seperti membuat snack bar dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) dan dilanjutkan dengan uji antioksidan.

Referensi

Affandi, N. N. (2019). Kelor Tanaman Ajaib untuk Kehidupan yang Lebih Sehat. Deepublish. ISBN 978-623-02-0356-5.

Afoakwa, E. O. (2010). Chocolate Science and Technology. 1th Edition. Oxford United Kingdom: Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781444319880

Age, S. P. (2021). Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diabetes Melitus. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 5(2), 252–257. https://doi.org/10.35971/gojhes.v5i2.10383

Aminah, S., Ramdhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin pertanian perkotaan, 5(2), 35-44.

Carolia, N., & LGI, A. (2016). Coklat Hitam untuk Mencegah Preeklampsia pada Kehamilan Dark Chocolate to Prevent Preeclampsia in Pregnancy. Majority, 5(1), 59-62.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau. https://dinkes.riau.go.id/sites/default/files/2022-01/Profil%20Kesehatan%20Provinsi%20Riau%20Tahun%202020.pdf

Evivie, S., Ebabhamiegbebho, P., Imaren, J., & Igene, J. (2016). Evaluating the Organoleptic Properties of Soy Meatballs (BEEF) with varying Levels of <i>Moringa oleifera</i> Leaves Powder. Journal of Applied Sciences and Environmental Management, 19(4), 649. https://doi.org/10.4314/jasem.v19i4.12

Fauziandari, E. N. (2019). Efektifitas Ekstrak Daun Kelor Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Karya Husada, 7(2), 24–29. https://doi.org/10.36577/jkkh.v7i2.230

Harisina, A. A. (2016). Mutu Organoleptik, Nilai Gizi (Protein, Kalsium, Serat) dan Nilai Ekonomi Flakes Substitusi Buah Sukun dan Kacang Hijau sebagai Alternatif PMT Anak sekolah. Doctoral dissertation, Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/45619/

Hastuty, Y. D., & Nitia, S. (2022). Ekstrak Daun Kelor Dan Efeknya Pada Kadar Hemoglobin Remaja Putri. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 17(1), 115–121. https://doi.org/10.36086/jpp.v17i1.1176

Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://kemkes.go.id/id/survei-kesehatan-indonesia-ski-2023

Kemenkes RI. (2020). Pedoman pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID-19. Kementrian Kesehatan RI, 22. http://appx.alus.co/direktoratgiziweb/katalog/ttd-rematri-ok2.pdf

Krisnadi, A. D. (2015). Kelor Super Nutrisi. Kunduran Blora: Media Peduli Lingkungan.

Midayanto, D. N., & Yuwono, S. S. (2014). Penentuan Atribut Mutu Tekstur Tahu untuk Direkomendasikan sebagai Syarat Tambahan Dalam Standar Nasional Indonesia [inPress Oktober 2014]. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(4), 259-267. https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/98

Misnawi & Jinap. S. (2008). Citarasa, Tekstur, dan Warna Cokelat. Panduan Lengkap Kakao, Jakarta: Penebaran Swadaya.

Mulia, M. W. (2020). Utilization of Moringa Leaves as an Alternative Source of Food Loaded with Nutrition in Making Family Food in Kelurahan Pasir Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pelita Eksakta, 3(2), 170. https://doi.org/10.24036/pelitaeksakta/vol3-iss2/105

Nasruddin, H., Faisal Syamsu, R., & Permatasari, D. (2021). Angka Kejadian Anemia Pada Remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(4), 357–364. https://doi.org/10.59141/cerdika.v1i4.66

Nurhidayat T. (2019). The Effect of Consuming Moringa Leaf Capsule on Hb Level. Jurnal Antara Kebidanan, 1(1). https://media.neliti.com/media/publications/511748-the-effect-of-moringa-leaf-capsule-on-th-b0ba4119.pdf

Priyanto, A., & Nisa, F. C. (2016). Formulation of Moringa leaves and by-product of green grass jelly as Composite Flours in Noodle Making. Jurnal Teknologi Pertanian, 17(1), 29–36. https://doi.org/10.21776/ub.jtp.2016.017.01.4

Rosyidah, A. Z., & Ismawati, R. (2016). Studi tentang tingkat kesukaan responden terhadap penganekaragaman lauk pauk dari daun kelor (Moringa oleivera). E-journal Boga, 5(1), 17-22. https://core.ac.uk/download/pdf/230742623.pdf

Rudianto, S., & Alharini, S. (2013). Studi pembuatan dan analisis zat gizi pada produk biskuit moringa oleifera dengan subtitusi tepung daun kelor. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. https://core.ac.uk/download/pdf/25496719.pdf

Susana Medho, M., & Mohamad, E. V. (2021). Penerimaan Sensori Roti Jagung yang Difortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera). Partner, 26(1), 1468-1480. https://jurnal.politanikoe.ac.id/index.php/jp/article/viewFile/487/349

Tejas, H. G., Umang, H. Payal, B. Tusharbindu, D. & Pravin, T. (2012). A Panoramic View on Pharmacognostic, Pharmacological, Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Values of Moringa Oleifera Lam. International Research Journal of Pharmacy. 3(6), 1-7.

Thariq A. S., Swastawati, F., & Surti, T. (2014). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Garam Pada Peda Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Terhadap Kandungan Asam Glutamat Pemberi Rasa Gurih (Umami). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(3), 104-111. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpbhp/article/download/5662/5450

Utami, Prapti. (2015). Banyaknya Manfaat Kelor untuk Kesehatan. Herbal Plus Magazine Surabaya 3(1).

Verdian, I. (2018). Analisa Dan Perancangan Aplikasi Fuzzy Untuk Memprediksi Angka Produksi Pada Pabrik Coklat Chokato Berbasis Web Dengan Metode Mamdani. Jursima, 6(2), 66. https://doi.org/10.47024/js.v6i2.127

WHO. (2022). World Health Statistics. World Health, 1-177. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/gho-documents/world-health-statistic-reports/worldhealthstatistics_2022.pdf

Diterbitkan
2024-07-27
Bagian
Volume 4, Issue 2, 2024
Abstrak viewed = 280 times