Pengembangan Barbinto (Baruasa Binto’ Toeng) Sebagai Cemilan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar

  • Yessy Kurniati Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID) http://orcid.org/0000-0002-4192-7588
  • Roza Qoni Hadza Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Syamsul Alam Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Dwi Santy Damayaty Universitas Islam Negeri Alauddin
    (ID)
  • Muzakkir Muzakkir Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
Kata Kunci: Binto’ Toeng, Baruasa, Uji organoleptik, Zat gizi

Abstrak

Jajanan pada anak usia sekolah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, namun kelebihan atau kekurangan gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cemilan sehat berbasis tepung binto’ toeng (Barbinto) dan menguji daya terima serta kandungan gizinya. Penelitian dilakukan dengan desain eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada April-Juni 2024, melibatkan pembuatan tepung kacang gude, pembuatan Barbinto, uji organoleptik, dan analisis gizi. Uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi kontrol memiliki tingkat kesukaan paling tinggi pada panelis terlatih maupun panelis konsumen dengan nilai mean 5,23 dan 5,80. Sedangkan dari 3 formulasi eksperimen, formulasi dengan penambahan 10% tepung kacang gude memiliki nilai mean tertinggi sebesar 5,2 dan 5,05. Analisis kandungan gizi menunjukkan peningkatan kadar protein, serat, abu, Vitamin A, dan zat besi, meskipun ada penurunan pada kadar karbohidrat, lemak, air, Vitamin C, dan seng. Barbinto diharapkan menjadi pilihan jajanan sehat untuk anak sekolah, namun perlu adanya inovasi untuk mengurangi bau langu pada produk tersebut.

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##

Focus Concentration in Health Nutrition

Scopus ID: 57202649790

Google Scholar

Sinta ID: 6707075

Referensi

Amaliah (2023). Studi Pembuatan Kue Tradisonal Baruasa Dengan Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) Dan Tepung Ikan Bandeng (Chanos chanos).

Azriful, A., A. Ghaffar, N., Jusriani, R., Mallapiang, F., & Nildawati, N. (2022). Pendampingan Kelompok Tani Dalam Pengembangan Pangan Lokal Kaya Protein Binto’ Toeng (Cajanus Cajan) Potensial Pencegahan Stunting Di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 30–42. https://doi.org/10.24252/khidmah.v2i1.26876

Adelia et al., (2019). Pengaruh Komposisi Tepung Ubi Jalar (Ipoemea batatas) dan Tepung Kacang Gude (Cajanus cajan L.Millsp.) Terhadap Karakteristik Cookies. Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science, Vol 9; No 1.

Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 01-6630-2002. Makanan Ringan.

Damayati et al., (2024), Analisis Gizi Rumput Laut Anggur (Caulerpa Racemosa) Subsitusi Ikan Layang (Decapterus Ruselli) sebagai alternatif perbaikan gizi masyarakat. Al-Shihah: Public Health Science Journal 11 (1):47-58.avaible at: https://doi.org/10.24252/as.v11i1.44743

Eliska et al., (2020). Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. PT Rajagrafindo Persada. Depok.

Harjatmo. (2017). Penilaian Status Gizi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Huang, Y. C., & Lai, H. M. (2010). Noodle quality affected by different cereal starches. Journal of Food Engineering, 97(2), 135–143. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2009.10.002

Kementerian Kesehatan. (2020). Data Komposisi Pangan Indonesia.

Kim, J. M. (2014). Effects Of Particle Size Distributions Of Rice Flour On The Quality Of Gluten-Free Rice Cupcakes.

Mir, J.A, K. Srikaeo, J. Garcia. (2013). Effects of Amylose and Resistant Starch on Starch Digestibility of Rice Flours and Starches. International Food Research Journal 20 (3): 1329-1335.

Noviyanti., Wahyuni, S., Syukri, M. (2016). Analisis Penilaian Organoleptik Cake Brownies Subtitusi Tepung Wikau Maombo. J. Sains dan Teknologi Pangan. 1 (1): 58-66.

Nurkhayatun, S. and Kanetro, B. (2018) Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dan Jenis Tepung Growol Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Bakpia Growol. Available at: e-Jurnal Mercubuana Yogya, (April), pp. 180–186. Available at:http://ejurnal.mercubuanayogya.ac.id/index.php/Prosiding_IPPL/article/view/726/499.

Queenisaa. (2011). Dasar Teori Kimia Analisis Kesalahan Spektrofometri. (Diakses pada 01 Agustus 2024). https://hotmochaccino.wordpress.com/2011/11/23/5/

Safitamah, Rani. (2018). Analisis Gravimetri Metode Penguapan. (Diakses 31 Juli 2024) https://www.scribd.com/embeds/391668085/content?start_page=1&view_mode=scroll&access_key=key-fFexxf7r1bzEfWu3HKwf

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2009.

Sukmawati. (2017). Daya Terima Baruasa Substitusi Tepung Kulit Pisang. Media Gizi Pangan.

Syed, R., & Wu, Y. (2018). A review article on health benefits of Pigeon pea (Cajanus cajan (L.) Millsp). International Journal of Food and Nutrition Research, 1–17. https://doi.org/10.28933/ijfnr-2018-09-0301

Soekarto ST. 2012. Penelitian organoleptik untuk industri pangan dan hasil pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Umayi, A. A. I. K. (2023). Formulation and Nutrisional Value of Pigeon Pea Donuts (Cajanus cajan L.). 02(01), 127–136.

Diterbitkan
2025-01-24
Bagian
Article
Abstrak viewed = 74 times