Perbandingan karakteristik morfometrik induk kerbau yang dipelihara secara intensif dan semi intensif di Desa Kejambon dan Desa Surajaya
Abstrak
Indukan ternak dengan genetik yang unggul akan menurunkan gen tersebut pada keturunan selanjutnya. Upaya untuk meningkatkan mutu genetik dan populasi ternak perlu dilakukan seleksi induk untuk meningkatkan performa ternak yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan ukuran tubuh ternak dengan ukuran yang disyaratkan pada SNI dan perbandingan kerbau dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Sampel yang digunakan adalah indukan bunting dan indukan laktasi yang ada di Desa Kejambon dan Desa Surajaya. Perbedaan sistem pemeliharaan pada induk betina dan laktasi dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Body Scoring Condition (BCS) tidak berbeda nyata (P>0,05). Pada ukuran tubuh induk betina bunting menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) kecuali tinggi pundak dan bobot badan. Sedangkan pada induk betina laktasi menunjukkan seluruh parameter tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulannya adalah pengamatan BCS menunjukkan induk bunting dan laktasi yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memenuhi standar sebagai indukan. Pada pengukuran morfometri tubuh induk betina dan bunting yang dipelihara secara intensif dan semi intensif seluruhnya memenuhi standar pada SNI. Morfometri induk bunting yang dipelihara secara intensif lebih tinggi daripada semi intensif, sedangkan pada induk laktasi yang dipelihara secara intensif lebih rendah daripada semi intensif.