Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Sapi Potong Pedesaan di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik peternak sapi potong dan kelayakan usaha peternakan sapi potong perdesaan di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.Metode penelitian menggunakan survey lapangan dengan instrument pendukung kuisioner serta mempelajari literature (study pustaka/dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan sapi potong paling banyak di lakukakan oleh laki-laki (91,53%), dengan tingkat pendidikan SD (42,37%) pada umur 25-60 tahun (66,10%), pengalaman beternak <10 tahun (50,85%) dengan jumlah ternak 5-15 (69,49%) dan berdasarkan analisis kelayakan usaha menunjukkan usaha peternakan sapi potong di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai tidak layak untuk di lanjutkan (R/C<1).
Downloads
References
Arbi, P. 2009. Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong, Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara, Jakarta.
Dewanta. 2004, Dualisme Penelitian Hukum: Normatif & Empiris. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Diwyanto, K., dan Priyanti, A. 2006. Kondisi, Potensi dan Permasalahan Agribisnis Peternakan Ruminansia Dalam Mendukung Ketahanan Pangan.di dalam;Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat PeternakanDibidang Agribisnis Untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Semarang.
Hermawati. 2002. Analisis Pendapatan dan Belanja pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Ekonomi Universitas Mulawarman, Samarinda.
Lunadi, A.G. 1993. Pendidikan Orang Dewasa. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Oetoro. 1997. Peluang dan Tantangan Pengembangan Sapi Potong.Proceding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner.Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor 7-8 Januari 1997 hal 87-95.
Priyanto, D. 2011. Strategi Pengembangan Ternak Sapi dan Kerbau dalam Mendukung PSDS Tahun 2014.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balai Penelitian Ternak, Bogor. 30(3):108-116.
Priyono, A. 2013. Analisis Usaha Budidaya Ternak Sapi. Jakarta.
_______. 2011. Problem dan Prospek Pengembangan saha Pembibitan Sapi Potong di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian.
Putu, I.G., Dewyanto., Sitepu., P dan Soedjana, T.D. 1997. Ketersediaan dan Kebutuhan Teknologi Produksi Sapi Potong. Proceeding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor, 7-8 Januari 1997 hal.50-63.
Raditya.2009. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Pengambilan Kredit oleh Masyarakat Pada Perum Pegadain.studi kasus di perum pegadaian cabang klaten, FE UNS.
Rahardi, F dan Hartono, R. 2003. Agribisnis Peternakan. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Siregar, S. B. 1996. Pemeliharaan Sapi Perah Laktasi di Daerah Dataran Rendah. Majalah Ilmiah Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Bogor.
Soeharsono,R.A., Saptati dan Diwayanto., K. 2010. Penggemukan Sapi Lokal Hasil Inseminasi Buatan dan Sapi Bakalan Impor dengan Menggunakan Bahan Pakan Lokal. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor, 3 – 4 Agustus 2010.Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 116 – 122.
Sugiono, 2011.Metode Penelitian Pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Aalfabeta, Bandung.
Sugiyono. 1998. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, Bandung.
Tawaf, R. dan Kuswaryan, S. 2006. Kendala Kecukupan Daging 2010. di dalam: Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Peternakandi bidang Agribisnis untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Semarang.
Umar, H. 2005. Metode Penelitian. Salemba Empat, Jakarta.
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan (JIIP) is published under the terms of the Creative Commons Attribution license. Authors retain the copyright to their work. Users may read, copy and distribute the work in any medium provided the authors and the journal are appropriately credited.