Komunikasi Efektif Antar Pemeluk Agama di Balangbuki, Desa Tonasa, Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa
Abstrak
Sikap hormat dan saling menghargai merupakan sebuah Langkah dalam menciptkan hubungan sosial yang baik dalam kehidupan masyarakat. Terutama dalam konteks masyarakat beda agama yang berbeda secara kebudayaan, sikap hormat dan saling menghargai mestinya menjadi prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari sehingga terjalin kehidupan yang harmonis. Kehidupan masyarakat yang harmonis akan jauh dari berbagai potensi konflik. Namun demikian, konflik juga dianggap sebagai fakta sosial mendasar. Artinya, konflik akan selalu mengiringi kehidupan masyarakat. Untuk menetlarisir potensi konflik antarpemeluk agama, maka dibutuhkan komunikasi efektif agar tercipta hubungan sosial yang baik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kulitatif fenomenologi yang akan mempertegas jenis penelitian. Fenomenologi berusaha mengungkap fakta-fakta secara objektif melalui observasi kepada seluruh informan yang ditentukan. Pendekatan fenomenologi menjelaskan dan mengungkap makna dari pengalaman yang didasari oleh kesadaran individu selama hidup berdampinagan dengan beda agama di Balangbuki. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan prinsip dasar lima hukum komunikasi efektif antarpemeluk agama di Balangbuki, yakni, The 5 Inevitable Laws of Effective Communication: Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble (REACH), sebagai prinsip dasar dalam berkomunikasi. Sehingga tercipta hubungan sosial yang baik, saling hormat dan saling menghargai, tolong menolong, menjalin keakraban, hidup rukun serta harmonis dan tercipta toleransi beragama.