Preservation of the Mappere Tradition through Group and Islamic Communication

  • Qudratullah Institut Agama Islam Negeri Bone, Jl. H.O.S Cokroaminoto, Watampone, South Sulawesi Indonesia 92733
    (ID)
  • Ayu Rahayu Institut Agama Islam Negeri Bone, Jl. H.O.S Cokroaminoto, Watampone, South Sulawesi Indonesia 92733
    (ID)
  • Muhammad Hafiz Hasan College of Creative Arts, Universiti Teknologi MARA, Malaysia
    (ID)
  • Awaluddin Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar, Madatte, Kec. Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia 91311
    (ID)
  • Andi Geerhand Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia 92118
    (ID)
Keywords: Group Communication, Public, Tradition, Mappere, Islamic Communication

Abstract

This research aims to analyze the role of group communication in preserving the Mappere tradition in Lompu Village, Cina District, Bone Regency, South Sulawesi Indonesia. The research focuses on identifying the characteristics and forms of group communication that contribute to maintaining this cultural practice. A descriptive qualitative research design was employed, utilizing a scientific communication framework. Data collection methods included observation, documentation and interviews with data analysis conducted through processes of data reduction, data presentation, and conclusion. The findings indicate that the mappere tradition is a significant cultural event and an annual folk celebration for the community of Lompu Village. It demonstrates distinct characteristics of group communication, particularly in terms of norms and roles, which are integral to its implementation and preservation. These norms and roles are observed in the interaction between men and women, who collaborate and uphold the shared values that underpin the tradition. The norms are deeply ingrained in the social fabric of the village, reflecting the community's commitment to maintaining this heritage. The form of group communication within the community aligns closely with that of a primary group, emphasizing intimate, face-to-face interactions and a shared sense of responsibility in safeguarding the mappere tradition. Traditional leaders, such as the Sanro (a figure recognized for their cultural and spiritual authority), play a pivotal role in the communication process. These leaders coordinate with village authorities and other community figures to organize and sustain the tradition. The process typically involves deliberative meetings and direct interpersonal communication, ensuring the transmission of cultural knowledge and practices.

الملخص

تهدف هذه الدراسة إلى تحليل دور التواصل الجماعي المجتمعي في الحفاظ على تقاليد مابيري في قرية لومبو، منطقة سينا، مقاطعة بون، جنوب سولاويزي، إندونيسيا. تركز هذه الدراسة على التعرف على خصائص وأشكال التواصل الجماعي التي تساهم في الحفاظ على هذه الممارسات الثقافية. تعتمد هذه الدراسة على تصميم بحثي وصفي نوعي بإطار علمي في مجال الاتصال. وتشمل طرق جمع البيانات الملاحظة والتوثيق والمقابلات، في حين يتم تحليل البيانات من خلال عملية اختزال البيانات وعرضها واستخلاص النتائج. وتظهر نتائج الدراسة أن تقليد مابيري يعد حدثًا ثقافيًا مهمًا واحتفالًا شعبيًا سنويًا لشعب قرية لومبو. يعكس هذا التقليد الخصائص الفريدة للتواصل الجماعي، وخاصة فيما يتعلق بالمعايير والأدوار التي تشكل جزءًا لا يتجزأ من تنفيذه والحفاظ عليه. وتظهر هذه المعايير والأدوار جلية في التفاعلات بين الرجال والنساء الذين يعملون معًا ويحافظون على قيم الترابط التي تشكل أساس هذا التقليد. وتعتبر هذه المعايير راسخة بعمق في البنية الاجتماعية للقرية، مما يعكس التزام المجتمع بالحفاظ على تراثه الثقافي. إن شكل التواصل الجماعي في هذا المجتمع يتماشى إلى حد كبير مع خصائص المجموعات الأساسية، التي تؤكد على التفاعل المباشر وجهاً لوجه، فضلاً عن الشعور بالمسؤولية المشتركة في الحفاظ على تقاليد مابيري. ويلعب الزعماء التقليديون، مثل سانرو (الشخصيات المعترف بامتلاكها للسلطة الثقافية والروحية)، دوراً هاماً في عملية الاتصال. ويقوم هؤلاء القادة بالتنسيق مع سلطات القرية وقادة المجتمع الآخرين لتنظيم والحفاظ على استمرارية التقاليد. وتتضمن عملية التنفيذ عمومًا اجتماعات مداولات وتواصلًا مباشرًا بين الأشخاص لضمان نقل المعرفة والممارسات الثقافية من جيل إلى جيل

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi kelompok masyarakat dalam melestarikan tradisi Mappere di Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Indonesia. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik dan bentuk komunikasi kelompok yang berkontribusi dalam menjaga praktik budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan kerangka ilmiah dalam bidang komunikasi. Metode pengumpulan data mencakup observasi, dokumentasi, dan wawancara, sementara analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappere merupakan peristiwa budaya yang penting serta perayaan rakyat tahunan bagi masyarakat Desa Lompu. Tradisi ini mencerminkan karakteristik unik komunikasi kelompok, terutama dalam hal norma dan peran yang menjadi bagian integral dari pelaksanaan dan pelestariannya. Norma dan peran ini tampak dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bekerja sama serta menjunjung nilai-nilai kebersamaan yang menjadi dasar tradisi tersebut. Norma-norma ini tertanam kuat dalam struktur sosial desa, mencerminkan komitmen masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya mereka. Bentuk komunikasi kelompok dalam komunitas ini sangat selaras dengan karakteristik kelompok primer, yang menekankan interaksi langsung, tatap muka, serta rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga tradisi Mappere. Pemimpin adat, seperti Sanro (tokoh yang diakui memiliki otoritas budaya dan spiritual), memainkan peran penting dalam proses komunikasi. Para pemimpin ini berkoordinasi dengan pihak berwenang desa serta tokoh masyarakat lainnya untuk mengatur dan menjaga keberlangsungan tradisi. Proses pelaksanaannya umumnya melibatkan pertemuan musyawarah serta komunikasi interpersonal langsung guna memastikan transfer pengetahuan dan praktik budaya dari generasi ke generasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AG, Muhaimin. Islam Dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret Dari Cerebon, Terj Suganda. Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 2001.

BPS. “Mengulik Data Suku Di Indonesia,” 2015. https://www.bps.go.id/id/news/2015/11/18/127/mengulik-data-suku-di-indonesia.html?utm_source=chatgpt.com.

Bungin, Burhan. Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, Dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di Masyarakat. 6th ed. Jakarta: Kencana Prenada Group, 2013.

———. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana, 2009.

Effendy, Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1986.

Esten, Mursal. Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa, 1999.

Fajar, Marhaeni. Ilmu Komunikasi: Teori Dan Praktik. I. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.

Fatwikiningsih, Nur. Teori Psikologi Kepribadian Manusia. I. Yogyakarta: Andi, 2020.

Fransisca, Vika, Widia Ningsih, Universitas Islam, and Bunga Bangsa. “The Advancement of Technology and Its Impact” 4, no. 3 (2023): 860–64.

Goldberg, Alvin A dan Larson, Carl E. Goldberg, Alvin A. Dan CarL E. Larson, Komunikasi Kelompok (Jakarta: UI Perss, 1985), h.9. Jakarta: UI Press, 1985.

Hafid, Erwin, Baso Pallawagau, Ummi Farhah, Muhammad Rusli, Aisyah Kara, Hamzah Hasan, Muhammad Arsyam, et al. “Vol. 22 No. 2 (2022)” 22, no. 2 (n.d.).

Hall, Calvin Springer. Psikologi Freud Sebuah Bacaan Awal. I. Yogyakarta: IRCSoD, 2019.

Hanafie, Sri Rahaju Djatimurti Rita. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogyakarta: Andi Offset, 2016.

Ihromi, T. O. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2006.

Kementerian Agama RI. Kementerian Agama RI, 2017, 2017.

Kementerian PUPR Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Dinas Tata Ruang & Pemukiman Prov. Sulawesi Selatan. Rencana Terpadu Dan Program Investasi Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang Keciptakaryaan Kab. Bone,. Kementerian PUPR, 2015.

Leliweri, Alo. Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung: Nusa Media, 2014.

Miles, Matthew, Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Zeitschrift Fur Personalforschung. Vol. 28, 2013.

Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.

Muhtamar, Shaff. Masa Depan Warisan Leluhur Kebudayaan Sulawesi Selatan. Makassar: CV. Adi Perkasa, 2004.

Mukarom, Zaenal. Teori-Teori Komunikasi. I. Bandung: Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati, 2020.

Nikolenko, Oksana, and Lyudmila Zheldochenko. “The Role of Individual and Personal Characteristics in Professionalization in the Modern Information Society.” E3S Web of Conferences 381 (2023): 1–9. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202338101047.

Nurdiani, Nina. “Teknik Sampling Snowball Dalam Penelitian Lapangan.” ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications 5, no. 2 (2014): 1110. https://doi.org/10.21512/comtech.v5i2.2427.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Analisis Kearifan Lokal Ditinjau Dari Keragaman Budaya. Jakarta, 2016.

Qudratullah. “Strategi Dakwah Sebagai Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Hedonisme.” At Tabsyir Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam 7, no. 2 (2020): 210–22.

Rafi, Muhammad, Arifuddin Ahmad, Darsul S Puyu, Firdaus Muhammad, B Jalaluddin, Muh Rezky Z, Rukman Abdul, et al. “بﺎﻄ ﻟ يﺪﻘﻨﻟا ﻞﻴﻠﺤﺘﻟا ءﻮﺿ ي وا” 22, no. 1 (2022).

Rahmat, Jalaluddin. Metode Penelitian Kualitatif. I. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.

———. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2913.

RAMADHIKA, REFKA DESLIANTI. “KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MELESTARIKAN SENI TARI (STUDI ETNOGRAFI TERHADAP SANGGAR TARI SRI BUDAYA DALAM MELESTARIKAN TARI TRADISIONAL BETAWI).” Universitas Tarumanegara, 2016.

Ridhwan, Ridhwan. “Kepercayaan Masyarakat Bugis Pra Islam.” Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan 17, no. 1 (2019): 481. https://doi.org/10.30863/ekspose.v17i1.107.

Sahajuddin. Mengenal Bone Hingga Ekspedisi Militer Belanda. Makassar: De La Macca, 2013.

Saptono dan Sulasmono, Bambang Suteng. Sosiologi. Jakarta: PT. Phibeta Aneka Gama, 2007.

Sendjaja, Sasa Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: UT, 1993.

Shihab, M. Quraish. Tafsīr Al-Mishbah (Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Qur’ān). Jakarta: Lentera Hati, 2011.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Wali Pers, 2013.

Sriwahyuni, Eka. “MAPPERE: IDENTIFIKASI KONSEP FISIKA.” Junal Pendidikan Indonesia 3, no. 1 (2023): 113–18.

Suratman dkk. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia, 2013.

Swastini, Presti. “Strategi Komunikasi Masyarakat Sade Dalam Melestarikan Budaya Rumah Adat Di Era Globalisasi Dan MOdernisasi,” 2021, 63–64.

Syam, Nur. Islam Pesisir. Edited by Abdur Rozaki. I. Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara, 2005. https://books.google.co.id/books?id=I091DwAAQBAJ&printsec=copyright&hl=id#v=onepage&q&f=false.

Ullah, A. K.M.Ahsan, and Hannah Ming Yit Ho. “Globalisation and Cultures in Southeast Asia: Demise, Fragmentation, Transformation.” Global Society 35, no. 2 (2021): 191–206. https://doi.org/10.1080/13600826.2020.1747992.

Uzdah, N. “Peran Komunikasi Kelompok Dalam Melestarikan TRADISI SIRAMAN Di Desa Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya,” 2022.

Wirawan, Sarwono Sarlito. Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok Dan Psikologi Terapan. Jakarta: Rajawali Pers, 2002.

Published
2025-03-11
How to Cite
Qudratullah, Rahayu, A., Hasan, M. H., Awaluddin, & Geerhand, A. (2025). Preservation of the Mappere Tradition through Group and Islamic Communication. Jurnal Adabiyah, 25(1), 25-56. https://doi.org/10.24252/jad.v25i1a2
Abstract viewed = 83 times