PENENTUAN AWAL WAKTU SALAT DAN ARAH KIBLAT DITINJAU DARI GERAK SEMU TAHUNAN MATAHARI
Abstrak
Pokok masalah penelitian ini bagaimana eksistensi gerak semu tahunan matahari dalam pembelian waktu salat dan arah kiblat (perspektif ilmu falak)? Sub masalah bagaimana konsep proyek semu harian dan tahunan matahari? dan implementasi gerak semu tahunan matahari dalam berbelanja awal waktu salat dan arah kiblat?. Penelitian ini menggunakan metode Library Research pendekatan syar'i dan astronomi. Hasil penenitian menunjukkan bahwa perubahan posisi matahari menyebabkan adanya perbedaan durasi siang dan malam serta berpengaruh terhadap waktu salat. Perbedaan waktu salat yang berubah secara signifikan terjadi saat posisi matahari berlawanan arah yaitu ketika posisi matahari berada di garis balik utara dan garis balik selatan. Berbeda halnya untuk daerah sekitar khatulistiwa perbedaan waktu salat tidak berubah secara signifikan Sedangkan penentuan arah kiblat dengan gerak semu tahunan matahari dimana fenomena ketika matahari berkulminasi diatas ka'bah atau dikenal dengan peristiwa rashdul kiblat yang terjadi pada tangal 27 dan 28 Mei serta tanggal 15 dan 16 Juli dengan bayang-bayang kiblat ini dapat ditentukan pukul 17:18 dan 17:27 WITA yang terjadi setiap tahun. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa gerak semu matahari sangat berpengaruh dalam perjalanan awal waktu salat dan arah kiblat yang akurat 18 dan 17:27 WITA yang terjadi setiap tahun. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa gerak semu matahari sangat berpengaruh dalam perjalanan awal waktu salat dan arah kiblat yang akurat 18 dan 17:27 WITA yang terjadi setiap tahun. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa gerak semu matahari sangat berpengaruh dalam perjalanan awal waktu salat dan arah kiblat yang akurat
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##