Analisis Komparatif Mazhab al-Syafi’i dan Mazhab Maliki terhadap Praktik Qadha Puasa Oleh Ahli Waris
Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai Praktik Qadha Puasa Oleh Ahli Waris Bagi Orang Yang Meninggal Dunia (Analisis Komparatif Mazhab Syafi’i dan Mazhab Maliki). Adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ketentuan praktek qadha puasa. Bagaimana kewenangan ahli waris dalam praktik qadha puasa menurut mazhab fikih. Bagaimana perbedaan dan persamaan pendapat mazhab fikih tentang praktik qadha puasa.? Jenis penelitian ini yang digunakan adalah library research atau kajian pustaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi, menggunakan dua sumber data yakni data primer dan data sekunder dimana data primer diambil dari literatur seperti buku, jurnal, karya ilmiah seperti skripsi, tesis dan lain sebagainya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan normatif syar ’i, dalam menganalisis isi serta pengambilan kesimpulan deduktif yaitu mengambil sesuatu yang bersifat umum dan ditarik pada konsepsi yang bersifat khusus. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa Imam Syafi’i mewajibkan menggantikan puasa dengan cara membayar fidyah untuk ahli waris yang telah meninggal dunia. Manakala Imam Malik tidak wajib qadha puasa untuk ahli waris yang telah meninggal dunia. Metode istinbat Imam Syafi’i menggunakan metode yang berdasarkan teks Nash Al-Quran dan Sunnah. Sedangkan yang dipahami dalam menetapkan hukum qadha puasa bagi waris yang telah meninggal dunia Imam Malik menggunakan metode qiyas yang berdasarkan hadits, dalam perbandingan pendapat, Imam Syafi’i berpendapat wajib menggantikannya dengan cara membayar fidyah untuk ahli waris yang telah meninggal dunia sedangkan Imam Malik berpendapat wali nya tidak wajib berpuasa untuk menanggung semua puasa yang ditinggalkan oleh si mayit, kecuali ketika si mayit semasa masih hidup berwasiat untuk mengganti puasanya.
Referensi
Ahamad Rafiq. Fiqih Mawaris. Jakarta: Rajawali pers, 2012.
Al-Hajjaj, Abi al-Husain Muslim bin. Sahih Muslim. Beirut, Lebanon: Dar al-Fikr, 2005.
Anas, Malik bin. Al-Mudawwanah Al-Kubra. 1st ed., 1994.
Anshary. Hukum Kewarisan Islam Dalam Teori Dan Praktik. Cetakan 1. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam Wa Adillatahhu Terj: Abdul Hayyie Alkattani. II. Jakarta: Gema Insani, 2011.
———. Puasa Dan Itikaf Kajian Berbagai Mazhab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996.
Cahyani, Tinuk Dwi. Hukum Waris Dalam Islam Dilengkapi Contoh Kasus Dan Penyelesaiannya. Cetakan Pe. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2018.
Dahlan, Abdul Aziz. Ensiklopedi Hukum Islam. VI. Banjarmasin, Universitas Islam Negeri Antasari: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996.
Damopoli, Muji. Pedoman KTI UIN Alauddin 2013.Pdf. Sama. Cetakan 1,. Alauddin Press Jalan Sultan Alauddin No. 63 Makassar 90221: Alauddin Press 2013, 2013.
Fatmawati. “Warisan Janda Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Adat.” Shautuna Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pebandingan Mazhab 1, no. 3 (2020): 624–45. https://doi.org/10.24252/shautuna.v1i3.15461.
Firdayanti, Fifi, Abdul Syatar, Abd. Rahman Hi Qayum, and Nisaul Haq Bintu Has. “Kedurhakaan Anak Terhadap Orang Tua Sebagai Penghalang Warisan: Analisis Perbandingan Mazhab.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 3, no. 3 (September 30, 2022). https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.28947.
Fitriani, Juita, and Adriana Mustafa. “Jaminan Kafalah Hutang Bagi Orang Meninggal Dunia Tanpa Harta; Studi Komparatif Pandangan Antara Mazhab Syafi’iyah Dan Mazhab Hanafiyah.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 1, no. 3 (2020): 525–40. https://doi.org/10.24252/shautuna.v1i3.15455.
Haffas, Otje Salman S. dan Mustofa. Hukum Waris Islam. Bandung: Refika Aditama, 2002.
Hasram, Khaidir. “Al-Qawaid Al-Ushuliyah Al-Tasyri’iyah Sebagai Basis Metodologi Fikih Kontemporer.” Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab 1, no. 1 (2019): 146–65. https://doi.org/10.24252/MH.V1I2.11127.
Idris, Muhammad, Muammar Bakry, and Hisbullah. “Harta Warisan Sebagai Jaminan Dalam Transaksi Utang Piutang: Studi Komparasi Fiqh Dan Hukum Positif.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 3, no. 3 SE- (September 30, 2022). https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.27980.
Iskandar, Rosdiana, and M Thahir Maloko. “Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil Pandangan Ulama Kontemporer Dan Bidang Kesehatan.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 3, no. 2 (2022): 328–42. https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.23383.
Moh Muhibbin, Abdul Wahid. Hukum Kewarisan Islam Sebagai Pembaharuan Hukum Positif Di Indonesia. Edisi Revi. Jakarta: Sniar Grafika, 2011.
Muhibbussabry. Fikih Mawaris. Cetakan 1. Medan: Diterbitkan CV. Pusdikra Mitra Jaya, 2020.
Mujahid, Ahmad, and Haeriyyah Haeriyyah. “Interpretasi Ayat-Ayat Tentang Ihsān Dalam Pengembangan Hukum Islam.” Mazahibuna 2, no. 2 (2020): 270–83. https://doi.org/10.24252/MH.V2I2.18274.
Nurhalisah, Nurhalisah, and Irfan Lewa. “Peranan Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Kewarisan Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 2, no. 1 (2021): 119–33. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i1.16580.
Purbenazir, Eka Rahayu. “Implementasi Hukum Waris Islam Pada Masyarakat Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang.” Qiyas: Jurnal Hukum Islam Dan Peradilan 2, no. 1 (2017): 73–83. https://doi.org/10.29300/qys.v2i1.465.
Rahman, Arif. “Al-Daruriyat Al-Khams Dalam Masyarakat Plural; Analisis Perbandingan Ulama Tentang Makna Maslahat.” Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab 1, no. 1 (2019): 25–41. https://doi.org/10.24252/MH.V1I1.9664.
Rusyid, Ibnu. Bidayatul-Mujtahidin. Semarang: Asy-Syifa’, 1990.
Sabdah, Haslinda, and Supardin Supardin. “Analisis Hukum Islam Terhadap Teori Hazairin Tentang Penetapan Ahli Waris Pengganti Dalam Sistem Hukum Kewarisan Islam.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 2, no. 1 (2021): 43–52. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i1.17434.
Simanjuntak, Suhrawardi K. Lubis dan Komis. Hukum Waris Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
Sukarna, Kadi, and Jevri Kurniawan Hambali. “Implementasi Hak Atas Ahli Waris Anak Kandung Non Muslim Dalam Perspektif Hukum Islam Yang Berlaku Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 2, no. 2 (2017): 170–82. https://doi.org/10.26623/jic.v2i2.659.
Suma, Muhammad Amin. Keadilan Hukum Waris Islam Dalam Pendekatan Teks Dan Konteks. Cetakan Pe. Jakarta: Rajawali Press, 2013.
Syafi‟i, Imam. Al-Umm Terj. Ismail Yakub. 3rd ed. Jakarta: al-Umm, 2000.
Syarifuddin, Amir. Hukum Waris Islam. Edisi 1 Ce. Jakarta: Kencana, 2004.
Syatar, Abdul. “Prioritas Wasiat Dan Hutang Dalam Warisan Perbandingan Mazhab.” Jurnal Al-’Adl 11, no. 1 (2018): 130–39. https://doi.org/10.31332/aladl.v11i1.1239.
Wahyuni, Afidah. Sistem Waris Dalam Perspektif Islam Dan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia, n.d.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##