Fenomena Faktor Dominan Tingginya Perceraian di Kabupaten Maros

  • Abdullah Abdullah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Nur Aisyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
Kata Kunci: Faktor Dominan, Perceraian, Kabupaten Maros

Abstrak

Perceraian menjadi titik akhir dari sebuah perkawinan. Perceraian yang terjadi antara pasangan suami istri dilatarbelakangi oleh berbagai macam alasan. Pokok masalah pada penelitian ini adalah bagaimana fenomena perceraian di masyarakat Maros Studi Kasus di Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros dan bagaimana faktor-faktor dan dampak perceraian di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana kasus masalah perceraian di masyarakat Maros khususnya di Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Dan bagaimana faktor-faktor dan dampak perceraian di masyarakat Maros, Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kab. Maros. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif dengan pengumpulan data, wawancara, dokumentasi dan secara sekunder yaitu kajian pustaka melalui buku, jurnal, laporan dan situs internet yang terkait topik penelitian serta secara primer yaitu mengumpulkan informasi baik itu dari masyarakat yang terlibat perceraian di Desa Pajukukang Maupun Di KUA dan lain-lain, atau pihak dan pendapat langsung dari masyarakat setempat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Fenomena Perceraian di Masyarakat Pajukukanang masih tinggi. masalah perceraian yang dulu maupun sekarang belum teratasi maksimal, hampir tiap tahun masih ada yang berbuat perceraian. Masalah Perceraian disebabkan oleh beberapa hal antara lain; Ketidakharmonisan dalam rumah tangga, krisis moral dan akhlak, perselisihan, perselingkuhan, kebosanan, pernikahan dini dan pernikahan tanpa cinta.

Referensi

Akmal, Andi Muhammad, and Mulham Jaki Asti. “Problematika Nikah Siri, Nikah Online Dan Talak Siri Serta Implikasi Hukumnya Dalam Fikih Nikah.” Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum 21, no. 1 (2021): 45–59. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/al-risalah.v1i1.22247.

Anwar, Hijriah Mahrani, Lomba Sultan, and Hadi Daeng Mapuna. “Fenomena Perceraian Di Kalangan Wanita Karir Tahun 2020-2021 Perspektif Hukum Islam.” Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 3, no. 3 (2022): 659–72. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/qadauna.v3i3.28670.

Asriani, Asriani, and Abdul Wahid Haddade. “Kedudukan Taklik Talak Dalam Pernikahan Perspektif Mazhab Zahiri Dan Kompilasi Hukum Islam.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 2, no. 2 (2021): 333–39. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i2.19348.

Effendi, H Satria, and M Zein. Ushul Fiqh: Edisi Pertama. Jakarta: Prenada Media, 2017.

Faradilah, A Anisa, Sabri Samin, Hartini Tahir, Andi Akmal, and Muhammad Akmal. “Kafa’ah Dalam Perkawinan: Perspektif Hukum Islam.” Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 3, no. 3 (2022): 535–48. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/qadauna.v3i3.27125.

Izzad, Muh, and Dien Fadhlullah. Implementasi Pembayaran Nafkah Iddah Pada Perkara Cerai Talak Dalam Putusan Verstek. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam. Vol. 2, 2021. https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i2.19452.

Junaedi, Mahfudz. “Fenomena Perceraian Dan Perubahan Sosial: (Studi Kasus Di Kabupaten Wonosobo).” Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak 13, no. 2 (December 2018): 259–83.

Mahkamah Agung RI. Kompilasi Hukum Islam (KHI) Hukum Perkawinan, Kewarisan, Dan Perwakafan. Jakarta: Permsta Pres, 2011.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004.

Neneng Hafidah, Rahman Syamsuddin. “Problematika Sompa Tanah Pasca Perceraian Perspektif Kompilasi Hukum Islam Di Desa Waji Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone” 1, no. 3 (2019): 723–41. https://doi.org/10.24252/shautuna.v1i3.15466.

Nur, A Muhammad, and Abdi Wijaya. “Problematika Mediasi Dalam Perkara Perceraian (Studi Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Sungguminasa Periode Januari-Desember 2018).” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 1, no. 2 (2020): 136–49. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/shautuna.v1i2.13725.

Rahmat, Aibdi. Manhaj Istinbâth Sayyid Sâbiq Dalam Bidang Al-Ahwâl Al-Syakhshiyyah. Beirut, 2006.

Ruslan, Nur Alfadhilah, and Abdul Halim Talli. “Efektivitas Beracara Secara Elektronik Dalam Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Parepare.” Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2, no. 3 (2021): 450–64. https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i3.21488.

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam, and Undang-undang Perkawinan. Yogyakarta. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 1989.

Sujarweni, V Wiratna. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Perss, 2014.

Supranto, Johannes. Metode Riset: Aplikasinya Dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Wulandari, Zulfahmi Alwi, Musyfikah. “Tinjauan Hukum Islam Dan Hukum Positif Tentang Dampak Penelantaran Anak Akibat Perceraian Orang Tua.” Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 3, no. 3 (2022): 470–81. https://doi.org/10.24252/qadauna.v3i3.24874.

Yahya Harahap, Muhammad. Kedudukan Kewenangan Dan Acara Peradilan Agama. Sinar Grafika. Jakarta: Sinar Grafika, 2007.

Yanggo, Huzaimah Tahido. Masail Fiqhiyah: Kajian Hukum Islam Kontemporer. Bandung: Angkasa, 2005.

Diterbitkan
2023-12-28
Bagian
Artikel
Abstrak viewed = 85 times