Metode Pembinaan Hukum terhadap Anak Belum Cakap Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak II Maros

Analisis Madhab Fikih

  • Annisa Intan Pratiwi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Nur Aisyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Ilham Laman Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
Kata Kunci: Coaching Methods, Children Not Yet Legal, Schools of Jurisprudence.

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang implementasi metode pembinaan hukum terhadap anak yang belum cakap hukum di lembaga pembinaan khusus anak II maros kemudian di breakdown ke dalam beberapa sub masalah penelitian, yaitu: 1) Bagaimana konsep metode pembinaan hukum terhadap anak belum cakap hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak II Maros menurut mazhab fikih 2) Bagaimana penerapan pembinaan hukum terhadap anak belum cakap hukum di Lembaga khusus anak II maros menurut mazhab fikih. 3) Bagaimana dampak pembinaan hukum terhadap anak belum cakap hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak II Maros menurut mazhab fikih. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan, yang melibatkan penneliti secara langsung di lapangan, dengan tujuan mengumpulkan data dan informasi dari obyek penelitian. Dalam hasil temuan ini menunjukkan bahwa: 1) pada konsep metode pembinaan yang diterapkan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak II Maros ada terbagi menjadi 3, Antara lain: Pembinaan Kemandirian. Pembinaan Keagamaan, dan Pembinaan Keterampilan 2) Menurut Imam Syafi’ anak yang belum cakap hukum dibina dengan cara diberikannya pendidikan dan pengajaran. Sedangkan, menurut Imam Maliki anak yang belum cakap hukum dibina dengan cara diberikan nasihat dan bimbingan. 3) Menurut Imam Syafi’i bahwasanya penerapan metode pembinaan kepada anak yang belum cakap dengan cara diberikannya pendidikan dan pengajaran berdampak baik agar anak dapat memahami dan mengamalkan ajaran islam. Sedangkan menurut pendapat Imam Maliki bahwa penerapan metode pembinaan kepada anak yang belum cakap hukum dengan metode pemberiaan nasehat dan bimbingan ialah berdampak baik. Implikasi dari penelitian adalah  penerapaan metode pembinaan terhadap anak yang belum cakap hukum tetap berikan pembinaan metode nasihat namun dilakukan secara lembut agar anak mudah menerima sesuai dengan mazhab Imam Maliki dan Metode pembinaan pengembangan pengetahuan sebaiknya diberikan pembelajaran berupa pemberian materi dasar agar anak yang dibina mendapatkan simulasi pendidikan sama seperti jenjang pendidikan di sekolah umum.

Referensi

Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun. Tentang Perlindungan Anak Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2004., n.d.
Agama, Kementrian RI. Al-Qur’an Dan Terjemahnya. Jakarta: PT. Sinrgi Pustaka Indonesia, 2012.
Aisyah, Nur. “Dispensasi Pernikahan Di Bawah Umur Pada Masyarakat Islam Di Kabupaten Bantaeng.” Jurisprudentie 4, no. 2 (2017): 174–88. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v4i2.4062.
Almond, Douglas, Janet Currie, and Valentina Duque. “Childhood Circumstances and Adult Outcomes: Act II.” Journal of Economic Literature 56, no. 4 (2018): 1360–1446. https://doi.org/DOI: 10.1257/jel.20171164.
Arianto, Saeful, Sabri Samin, and Dea Larissa. “PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KECANDUAN GAME ONLINE.” Siyasatuna 3, no. 3 (2022): 589–98. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/24858.
Hasibuan. “Kebijakan Pertanggungjawaban Pidana Dalam Rangka Perlindungan Hukum Bagi Anak.” Jurnal Hukum Responsif 7, no. 7 (2019): 169–75.
Irwanto. “Analisis Konsep Perlindungan Anak Dan Implementasinya Di Indonesia: Kajian Awal”, Save The Children. Jakarta: IRW-MELISA, n.d.
Jannah, Miftahul. “DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II MAROS REFLECTING CHILDREN ’ S DEVELOPMENT AT CHILD SPECIAL GUIDANCE INSTITUTION CLASS II MAROS Keberadaan Negara Indonesia Sebagai.” Jurnal Living Law 14, no. 1 (2022): 75–86.
Jayadi, Ahkam. “Membuka Tabir Kesadaran Hukum.” Jurisprudentie 4, no. 2 (2017): 11–23. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v4i2.4041.
Jufri, Andi Takdir. “Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anak Di Kota Palopo.” Jurisprudentie 3, no. 1 (2016): 22–32. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v3i1.3620.
Kansil. Tindak Pidana Dalam Undang-Undang Nasional. Jakarta: Jala Permata Aksara, 2009.
Khoiruddin, M Arif. “PENDEKATAN SOSIOLOGI DALAM STUDI ISLAM.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 25, no. 2 (2014): 348–61. https://doi.org/10.33367/tribakti.v25i2.191.
Lintjewas, Mariany M, and Fahri Bachmid. “Sistem Pemasyarakatan Terpidana Anak: Studi Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros.” Journal of Lex Generalis (JLS) 3, no. 4 (2022): 648–63. https://doi.org/https://doi.org/10.52103/jlg.v3i4.
Mapuna, Hadi Daeng. “ISLAM DAN NEGARA (Sebuah Catatan Pengantar).” Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 6, no. 1 (2017): 156–63. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/ad.v6i1.4872.
Muharram, Andril, Abdul Wahid Hadedde, and Andi Fadli Natsif. “Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pembunuhan ; Analisis Perbandingan Hukum Pidana Islam Dan Positif Pendahuluan Anak Yang Dibawah Umur Dalam Melakukan Perilaku Menyimpang Mengakibatkan Timbulnya Suatau Permasalahan Yang B.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum 2, no. 3 (2021): 721–25. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i3.19332.
Mustafa, Zulhas’ari. “Kualifikasi Maqᾱshid Al-Syari ’ah Dalam Konteks Penetapan Hukum Islam.” Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 3, no. 2 (2014): 143–52. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/ad.v3i2.1433.
Nawawi, Hadari, and Mimi Martini. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1996.
Nur, Muh, Arisakti Atpasila, and Siti Aisyah. “Perbandingan Delik Pidana Menurut Aliran Monistis , Dualistis Dan Mazhab Fikih.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum 2, no. 2 (2021): 370–82. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i2.20571.
Saraswati, Rika. Hukum Perlindungan Anak Di Indonesia E. Semarang: PT Citra Aditya Bakti, 2009.
Sirois, M L, M Darby, and S Tolle. “Understanding Muslim Patients: Cross-Cultural Dental Hygiene Care.” International Journal of Dental Hygiene 11, no. 2 (2013): 105–14. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1601-5037.2012.00559.x.
Syatar, Abdul. “RELEVANSI ANTARA PEMIDANAAN INDONESIA DAN SANKSI PIDANA ISLAM.” Jurnal Syari’ah Dan Hukum Diktum 16, no. 1 (2018): 118–34. https://doi.org/https://doi.org/10.35905/diktum.v16i1.525.
Tobing, Letezia. “Perbedaan Batasan Usia Cakap Hukum Dalam Peraturan Perundang-UndanganPerbedaan Batasan Usia Cakap Hukum Dalam Peraturan Perundang-Undangan.” Hukum Online. com, 2016. https://www.hukumonline.com/klinik/a/perbedaan-batasan-usia-cakap-hukum-dalam-peraturan-perundang-undangan-lt4eec5db1d36b7/.
Twenge, Jean M, W Keith Campbell, and Elise C Freeman. “Generational Differences in Young Adults’ Life Goals, Concern for Others, and Civic Orientation, 1966--2009.” Journal of Personality and Social Psychology 102, no. 5 (2012): 1045. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/a0027408.
Wahyudin, Muh., and Muh. Jamal Jamil. “Implementasi Pasal 34 Ayat 1 Tentang Penanganan Anak Terlantar Oleh Dinas Sosial Di Kabupaten Gowa 12.” Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2, no. 1 (2020): 15–26. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i1.15757.
Waluyadi. Kejahatan, Pengadilan Dan Hukum Pidana. Bandung: CV. Mandar Maju, 2009.
Wardana, Rahmat, Abdul Syatar, Universitas Islam, and Negeri Alauddin. “PEMBINAAN BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MAKASSAR TERHADAP.” Siyasatuna 3, no. 3 (2022): 580–88. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/25878.
Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.
Diterbitkan
2024-05-31
Bagian
Artikel
Abstrak viewed = 87 times