Pengaruh Variabilitas Gerak Semu Matahari Terhadap Perubahan Waktu Salat Diberbagai Garis Lintang Perspektif Ilmu Falak

  • Nurul Sahrani Prodi ILMU FALAK FSH UINAM
    (ID)
  • Rasyawan Syarif Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar
    (ID)
  • Rahmatiah HL Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar
    (ID)

Abstrak

Matahari melakukan gerak semu atau hayalan yang seolah - olah bergerak tetapi bumi yang bergerak mengitari matahari. Waktu salat dipengaruhi oleh panjang siang dan malam disetiap garis lintang atau daerah. Penelitian ini adalah penelitian library research dengan menggunakan riset kualitatif secara analisis deskriptif. Menggunakan pendekatan Syar’i dan astronomis. Hasil penelitian ini adalah matahari melakukan gerak semu. Gerak semu matahari mempengaruhi terjadinya rotasi dan revolusi bumi, sehingga matahari berada di utara dan selatan bumi. Matahari berada di utara garis khatulistiwa (sekitar tanggal 21 Maret – 23 September) dan selatan garis khatulistiwa (sekitar tanggal 24 September – 20 Maret). Perbedaan waktu Menyebabkan terjadinya panjang waktu siang dan malam serta perbedaan waktu salat di setiap daerah atau garis lintang. contohnya di Gowa waktu salat duhur yaitu pada pukul 12 : 05. Sedangkan di Manado pukul 12 : 23. Namun pada bulan Desember waktu salat duhur di Gowa pada pukul 12 : 02. Sedangkan di Manado pada pukul 11 : 50. Selain dari pengaruh gerak semu matahari, lintang tempat juga berpengaruh terhadap perubahan waktu salat. Waktu salat dikaji secara signifikan dalam bentuk rumus data lintang tempat, deklinasi matahari, bujur, prata waktu, serta tinggi matahari.

Kata kunci : Gerak Semu Matahari, Waktu Salat, Lintang

 

Diterbitkan
2024-06-29
Bagian
Artikel
Abstrak viewed = 168 times