Pengaruh Siaran Berita Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di Televisi terhadap Pemahaman Informasi Khalayak
Abstrak
Pesatnya arus teknologi saat ini mengakibatkan pengaruh informasi yang sangat signifikan kepada setiap lapisan masyarakat tak terkecuali penyandang disabilitas khususnya tunarungu.
Tunarungu selalu diidentik dengan tidak bisa mendengar (tuli) dan tidak bisa bicara (bisu). Di Indonesia sendiri terdapat dua macam bahasa isyarat yang diakui secara legalitas yaitu, Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Perbedaan mendasar dari kedua bahasa isyarat ini adalah SIBI menggunakan satu tangan sedangkan BISINDO menggunakan dua tangan. Akan tetapi dalam penelitian hanya meneliti BISINDO sebab bahasa isyarat tersebut lebih populer di kalangan penyandang tunarungu. Komunitas tuli Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Gowa sebagai objek dalam penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh siaran berita BISINDO di televisi terhadap pemahaman komunitas tuli GERKATIN Kabupaten Gowa nilai koefissien pada penelitian ini adalah Y =8,053 + 0,363 X. bilangan konstantan sebesar 8.053 dan koefisien variable sebesar 0,363, sementara itu t hitung 4.210 lebih besar jika dibandingkan dengan t table 1,674 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari α=0,05. Berdasarkan perhitungan statistik yang diperoleh, maka hipotesis dalam penelitian ini yaitu Ha terdapat pengaruh antara kedua variabel itu berarti bahwa H0 ditolak Ha
diterima. Sedangkan besar pengaruh memperlihatkan bahwa nilai R sebesar 0.501a dan koefisien determinasi (Rsquare) yang diperoleh sebesar 0.251 atau 25,1%. Angka ini menunjukkan pengaruh sebesar 25,1% pada vaariabel tersebut dan masuk dalam kategori rendah. Sementara sisanya sebesar 74,9% dipengaruhi oleh variabel- variabel lain.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian
Kuantitatif. VII. Jakarta: Kencana,
Hasrullah. Beragam Perspektif Ilmu
Komunikasi. 1st ed. Jakarta: Kencana
Perdana Media Group, 2013.
Herawati, Erni. “Komunikasi Dalam Era
Teknologi Komunikasi Informasi.”
Binus Journal Publishing 2, no.
Humaniora (2011).
https://doi.org/https://doi.org/10.21
/humaniora.v2i1.2955.
Khalik, Abdul. Komunikasi Massa.
Makassar: Alauddin University Press,
Kominfo, PPID. “Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2002
Tentang Penyiaran.” KOMINFO, 2002.
https://ppidkemkominfo.files.wordpr
ess.com/2012/11/uu-no-32-tahun 2002-tentang- penyiaran.pdf.
Kusnandar, Viva Budy. “Hanya 13%
Masyarakat Yang Masih
Mendengarkan Radio.” Databoks,
https://databoks.katadata.co.id/data
publish/2019/10/23/hanya-13-
persen-masyarakat-yang-masihmendengarkanradio#:~:
text=Berdasarkan hasil
survei indikator sosial,13%2C31%25
pada 2018.
Kustiani, Rini. “Berapa Banyak
Penyandang Disabilitas Di Indonesia?
Simak Data Ini,” 2019.
https://difabel.tempo.co/read/12668
/berapa-banyak-penyandangdisabilitas-
di-indonesia-simak-dataini.
Nuswantoro, Aloysius Ranggabumi.
“Konservasi Media : Memori Kultural
Pada Media- Media Lama.” Ilmu
Komunikasi 11, no. Ilmu Komun.
(2014).
https://doi.org/https://doi.org/10.24
/jik.v11i2.412.
Risky Rahma Yunitasari, Skripsi. “Pengaruh
Terpaan Tayangan Translasi Bahasa
Isyarat Oleh ‘Sign of Language
Interpreter’ (SLI) Di Televisi Terhadap
Pemahaman Audience (Studi Pada
Komunitas Akar Tuli Malang).”
Universitas Muhammadiyah Malang,
Siregar, Syofian. Statistik Parametrik
Untuk Penelitian Kuantitatif. V.
Jakarta: Bumi Aksara, 2017.
Zuhir, Jannata. “Penggunaan Bahasa
Isyarat Indonesia (BISINDO) Pada
Siaran Berita Dalam Pemenuhan
Kebutuhan Informasi Penyandang
Tunarungu Di Kota Banda Aceh.”
Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah 4
(2019).
file:///Users/iqbalyusuf/Downloads%
A/11833-25156-1-PB.pdf.