Hubungan antara Cara Belajar dan Kecemasan Matematika dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Selama Pandemi Covid-19
Abstrak
Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara cara belajar, kecemasan matematika dan prestasi belajar selama masa pandemi Covid-19. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian analisis desktiptif dan analisis inferensial. Teknik analisis data yang digunakan adalah pearson correlation dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen berupa angket pernyataan peserta didik terkait cara belajar dan kecemasan matematika, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dari nilai ujian sekolah matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII SMA Negeri 9 Β Takalar tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 61 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) cara belajar peserta didik mayoritas pada interval sedang 60,00-67,00 sebanyak 21 peserta didik dengan frekuensi komulatif (34%), kecemasan matematika mayoritas peserta didik pada interval sedang 42,00-50,00 sebanyak 24 peserta didik dengan frekuensi komulatif (39%). (2) terdapat hubungan yang signifikan antara cara belajar dengan prestasi belajar peserta didik yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,638 dan π < 0,05. (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan matematika dengan prestasi belajar yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar β0,314 dan π < 0,05. (4) terdapat hubungan yang signifikan antara cara belajar dan kecemasan matematika dengan prestasi belajar peserta didik selama pandemi Covid-19 yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 dan π < 0,05 dengan arah korelasi positif. Dapat disimpulkan bahwa apabila semakin tinggi cara belajar dan semakin rendah kecemasan matematika maka akan menghasilkan prestasi belajar peserta didik akan tinggi, sebaliknya jika semakin rendah cara belajar dan semakin tinggi kecemasan matematika maka akan menghasilkan prestasi belajar yang kurang/rendah.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Aditya Cahyani, C., & Sutriyono, S. (2018). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Bagi Siswa Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga. JTAM | Jurnal Teori Dan Aplikasi Matematika, 2(1), 26. https://doi.org/10.31764/jtam.v2i1.257
Auliya, R. N. (2016). Kecemasan Matematika dan Pemahaman Matematis. Jurnal Formatif Jurnal IImiah Pendidikan MIPA, 6(20), 12β22.
Budiman, H. (2014). Pengaruh Pembelajaran Geometri Terhadap Sikap Matematik dan Kecemasan Matematika Siswa. Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 3(1), 20β30.
Djamarah, S. B. (2008). Strategi belajar Mengajar. Rineka Cipta.
Ernita, T., & Fatimah, R. A. (2016). Hubungan Cara Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pkn Pada Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 971β979.
Khoiriyatul Muyassaroh, I. (2021). Belajar Efektif dan Efisien untuk Problem Belajar Siswa yang Berprestasi Rendah. HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education, 1(1), 98β109. https://doi.org/10.14421/hjie.2021.11-08
Muzayyinah, Maridi, & Wiradi. (2005). Pengaruh Cara Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Biologis Siswa Kelas II SMUN Colomadu Karanganyar. Bioedukasi, 2, 20β22.
Nurkholis. (2013). Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi. 1(1), 24β44.
Rahayu, N. (2015). Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Ikuiri Siswa Kelas VIIB SMP Negeri 3 Sentolo. 3, 1β16.
Ramli, M. (2012). Media Teknlogi Pembelajaran. IAIN Antasari Press, 1β3.
Supriadi, H. (2016). Peranan Pendidikan Dalam Pengembangan Diri Terhadap Tantangan Era Globalisasi. Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang, 3(2), 92β119.
Suryabrata, S. (2015). Psikolog Pendidikan (Vol. 7, Issue 1).