PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT MELALUI PERATURAN DAERAH DALAM PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Abstract
The diversity of tribes, religions, customs, and cultures has become a national identity that must be protected by the government, so that minority communities, including Indigenous Peoples, no longer experience discrimination. This research is intended to find out how efforts to protect the Ammatoa Kajang Indigenous Law Community of Bulukumba Regency through Regional Regulation Number 9 of 2015 in the perspective of siyasah syar'iyyah. This research is a field research with a statutory, sociological and syar'i approach. Based on the results of the study, it is known that Regional Regulation Number 9 of 2015 has become a formal legality for the existence of the Ammatoa Kajang Customary Law Community, as well as being the basis for changing the status of protected forest areas to customary forests that have been managed based on pasang ri Kajang. The protection and recognition regulated in Regional Regulation Number 9 of 2015 has provided benefits to the Ammatoa Kajang Indigenous Law Community, so that its existence is in line with the main principles of the concept of siysasah syar'iyyah.
References
Jurnal
Akib, Haedar. “Implementasi Kebijakan: Apa, Mengapa, dan Bagaimana.” Jurnal Administrasi Publik 1, no. 1 (2012).
Asri, Sariana dan Sabri Samin. “Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah di Kecamatan Kajang.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, no. 3 (2020).
Asriana dan Usman Jafar. “Telaah Hukum Tata Negara Islam Atas Peraturan Daerah Bernuansa Agama.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, no. 1 (2021).
Basri, Halimah. “Kepemimpinan Politik Perempuan dalam Pemikiran Mufassir.” al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 7, no. 1 (2018).
Darmawati dan Halimah Basri. “Nasionalisme dan Demokrasi dalam Pandangan Hukum Islam. Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, no. 3 (2020).
Dewi, Septya Hanung Surya, dkk. “Kedudukan Dan Perlindungan Masyarakat Adat Dalam Mendiami Hutan Adat.” Legislatif 4, no. 1 (2020).
Fatmawati dan Lomba Sultan. “Telaah Siyasah Syar’iyyah atas Sengketa Tanah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, no. 2 (2020).
Hardani, dkk. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2020).
Hidayat, Syaiful. “Tata Negara dalam Perspektif Fiqh Siyasah.” Tafaqquh 1, no. 2 (2013).
Jafar, Usman. “Kekuasaan dalam Tradisi Pemikiran Politik Islam (Refleksi Atas Pemikiran Politik Islam).” al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 6, no. 2 (2017).
Jumadi. “Memahami Konsep Konstitusionalisme Indonesia.” Jurisprudentie 3, no. 2 (2016).
Jayadi, Ahkam. “Problematika Penegakan Hukum dan Solusinya.” al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 15, no. 2 (2017).
Lahamit, Sadriah. “Sosialisasi Peraturan Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Fungsi Legislasi Anggota DPRD Provinsi Riau.” Jurnal Ilmu Administrasi Publik 7, no. 1 (2021).
Natsif, Fadli Andi. “Perlindungan Hak Asaasi Manusia dalam Perspektif Negara Hukum Indonesia.” al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 19, no. 1 (2019).
Pattinasarany, Yohanes. “Kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah.” Jurnal Sasi 17, no. 4 (2011).
Raja, Nur Azizah. “Analisis Peran Pemerintah Daerah Dalam Penyelesaian Konflik Agraria (Studi Kasus Konflik Antara PT. PP. London Sumatera dengan Masyarakat di Kabupaten Bulukumba).” Jurnal Ilmu Pemerintahan 12, no. 1 (2019).
Salim, Munir. “Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Perwujudan Ikatan Adat-Adat Masyarakat Adat Nusantara.” al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 6, no. 1 (2017).
Salim, Munir. “Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Kedepan.” al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 5, no. 2 (2016).
Salim, Munir. “Adat Sebagai Wadah Perekat Untuk Mempertahankan Ikatan Persatuan Republik Indonesia.” Jurisprudentie 3, no. 1 (2016).
Suharjono, Muhammad. “Pembentukan Peraturan Daerah yang Responsif dalam Mendukung Otonomi Daerah.” Jurnal Ilmu Hukum 10, no. 1 (2014).
Tahali, Ahmad. “Hukum Adat di Nusantara Indonesia” Jurisprudentie 5, no. 1 (2018).
Zarkasi, A. “Pembentukan Peraturan Daerah Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.” INOVATIF 2, no. 4 (2010).
Buku
Abdullah, Rozali dan Syamsir. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
Kementerian Agama Republik Indonesia. al-Qur’an dan Terjemahnya, Cet. 12. Banten: Yayasan Pelayan al-Qur’an Mulia, 2018.
Raco, J.R. Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta: PT. Grasindo, 2010.
Redi, Ahmad. Hukum Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: Sinar Grafika, 2018.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Situmorang, Jubair. Politik Ketatanegaraan dalam Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2012.
al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmizi, Vol. IV. Bairut: Dar al-Fikr, 1988.
Wawancara
Ammatoa, Ketua Adat Ammatoa Kajang, wawancara, Bulukumba, tanggal 5 Juli 2021.
Asnarti Said Culla, Kepala Bagian Hukum Sekertariat Daerah Kabupaten Bulukumba, wawancara, Bulukumba, tanggal 9 Juli 2021.
Jaja Mira, Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang, wawancara, Bulukumba, tanggal 5 Juli 2021.
Puto Gassing, Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang, wawancara, Bulukumba, tanggal 5 Juli 2021.
Copyright (c) 2022 Nurwahidah Nurwahidah, Asni Asni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.