STATUS KAUM SAYYID DALAM PRANATA SOSIAL ADAT MASYARAKAT CIKOANG KABUPATEN TAKALAR

  • Fitriani Fitriani Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
  • M. Chaerul Risal Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
  • Andi Tenri Yeyeng Universitas Patompo, Makassar, Indonesia
    (ID)
Keywords: Cikoang, Social Institutions, Sayyid

Abstract

The title Sayyid which is reserved for the descendants of the Prophet in the social strata cannot be separated from the public spotlight. Sayyid's position in terms of religion and education outlines relationships and inclusive movements in society. This study aims to determine the status of the Sayyid in the customary social order of the Cikoang Community. The type of research used is qualitative research. The results of the study show that the Sayyid group in the Cikoang community has strong social institutions that have an impact on the highest social status in society. The religious understanding and wisdom of the Sayyid group encourages special recognition and degree in the reality of the community's traditional institutions, including those in marriage ties and celebratory traditions. Meanwhile, Islamic teachings emphasize that human equality is not measured in the social strata that accompany it, but in piety and faith.

References

Jurnal

Alwiah dan Sultan Lomba. “Tinjauan Hukum Islam Tentang Kawin Hamil Karena Siri’ (Studi Kasus di KUA Kec. Pallangga, Kabupaten Gowa).” Jurnal Al-Qadauna 2, no. 2 (2021).

Basri, Halimah,” Konsep Mahar (Mas Kawin) dalam Tafsir Kontenporer.” Jurnal Al-Daulah 6, no.2 (2017).

Basri, Halimah. “Kesaksian Perempuan dalam Kontrak keuangan dalam Kitab-kitab Tafsir”, Jurnal Al-Daulah 7, no.2 (2020).

Hidayati, Nur dan Hartini. “Relevansi Kafa’ah Perspektif Adat dan Agama dalam Membina Rumah Tangga yang Sakinah.” Jurnal Al-Qadauna 1, no. 2 (2020).

Ikbal, Muh. dan Kurniati “Dampak Menikahi Perempuan yang Telah Dipinang ” Jurnal Siyasatuna 1, no. 3 (2020).

Khalik, Subhan, “Hak-hak Kaum Minoritas dalam Hukum Islam.” Jurnal Al-Daulah 5, no.2 (2016).

Kurniawan, Moch. Ichwan. “Penerapan Asas Persamaan di Hadapan Hukum Dalam Praktik Peradilan Pidana’’Jurnal Studi Hukum Pidana 1, no.1 (2021).

MS, Muhammad Amar dan M. Chaerul Risal. “Kepemimpinan Kepala Desa Kaluku Kabupaten Jeneponto dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Perspektif Siyasah Syariyyah.” Siyasatuna 3, no. 2 (2021).

Saleh, Muhammad Ridwan. “Perkawinan Dibawah Umur (Dini).”Jurnal Al-Qadauna 2, no. 1 (2015).

Umar Kusnadi, “Pasal Imunitas Undang-Undang ‘Corona’dan Kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan dalam Menetapkan Kerugian Negara.’’ El-Iqthisadi: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum 2 no 1, (2020).

Buku

Al-Jamal, Muhammad Ibrahim. Fikih Wanita. Semarang: Pustaka Al-Qautsar,1986.

Al Masyhur, Alwi Idrus. Sekitar Kafa’ah Syarifah dan Dasar Hukum Syari’ahnya. Jakarta: Yayasan Almustarsyidi. 2002.

Aroeng, Andi Nurmaya dan Samin Sabri, Fikih II. Makassar: Alauddin Press, 2010.

Ghozali Rahman Abdul. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana, 2010.

Sastrawati, Nila. Laki-laki dan Perempuan Identitas yang Berbeda: Analisis Gender dan Politik Perspektif Post-Feminisme. Makassar: Alauddin Press, 2018.

Syaikh al- ‘Allamah Muhammad. Rahmah al- Ummah fi IKhtilaf al-A’immah. Terj. ‘Abdullah Zaki Alkaf, Fiqih Empat Mazhab. Bandung: Hasyimi, 2012.

Syihabuddin bin Ahmad Az-Zubaidi, Mukhtasharah Shahih Bukhari. Kairo: Maktabah At-Taufiqiyyah. 2004.

Yaswiarawan. Hukum Keluarga: Karajteristik dan Prospek Doktrin Islam dan Adat dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau.Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

Wawancara

Hamziah (35 Tahun) keturnunana dari Sayyid. Wawancara. Tanggal 16 Mei 2022.

Lolo Tuang Arif Muh (53 Tahun) Imam Desa Cikoang dan Keturunan Sayyid. Wawancara. Tanggal 16 Mei 2022.

Rismawati (33 Tahun), Sekretaris Desa sekaligus warga Non Sayyid Desa Cikoang. Wawancara. Tanggal 14 Mei 2022.

Scampa Hamzah (35 Tahun), Ketua BPD sekaligus warga Non Sayyid Desa Cikoang. Wawancara. Tanggal 14 Mei 2022.

Tuan na’ba Rahmollah (55 Tahun) selaku Karaeng opua atau Kepala adat Desa Cikoang. Wawancara. Tanggal 14 Mei 2022.

Published
2023-05-28
How to Cite
Fitriani, F., Risal, M. C., & Yeyeng, A. T. (2023). STATUS KAUM SAYYID DALAM PRANATA SOSIAL ADAT MASYARAKAT CIKOANG KABUPATEN TAKALAR. SIYASATUNA : JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR’IYYAH, 4(2), 152-162. Retrieved from https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/30299
Section
Artikel
Abstract viewed = 122 times