PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG MASA RESES ANGGOTA DPRD PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH

(Studi di DPRD Kota Makassar)

  • Putri Ayu Rasjid pu.tuuu Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
  • Budiarti A Rahman Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
Keywords: Implementation, Recess Period, Siyasah Fiqh

Abstract

This research aims to find out how I implement Law Number 17 of 2014 concerning the Recess Period for DPRD Members from a Siyasah Fiqh Perspective (Study in the Makassar City DPRD). The main problem is divided into several sub-problems, namely: How effective is the recess period for DPRD members in Makassar City and what are the obstacles and barriers to implementing the recess period in Makassar City. The research method used is through observation, interviews and documentation. The results of this research show that the effectiveness of the recess period for Makassar City DPRD members has been effectively carried out in formulating policies in Makassar City so that it is followed up in the form of government policy which results in the aspirations or complaints of the community being expressed in the finalized results of the DPRD recess. The obstacles and obstacles to implementing the recess period in Makassar City are, sometimes the policies issued are community-oriented which are produced by accommodating the aspirations that develop in the community, these activities are to accommodate the aspirations of the community which are carried out during the recess period. This activity is an obligation that DPRD members must carry out as a form of moral and political responsibility towards their constituents in accordance with the mandate of Law no. 23 of 2014 article 16, concerning the obligations of Regency/City DPRD members.

References

Jurnal

Aswinda dkk. “Pertanggungjawaban Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng Perspektif Siyasah Syar’iyyah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, no.2 (2021).

Fadila, Nur Azzah dan Alimuddin.“Keterwakilan Perempuan Di Dprd Kota Makassar Perspektif Siyasah Dusturiyah” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 3, no. 2 (Mei 2022).

Imam, Muh Hasmar dan Kurniati. “Pemakzulan Presiden Abdurrahman Wahid Menurut Hukum Tata Negara Islam.” Siyasatuna: Jurnal Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah1, no.2 (Mei 2020).

Jayadi, Ahkam. “Beberapa Catatan Tentang Asas Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Jurisprudentie 5, no.1 (2018).

Liswan dan Muammar Bakri. “Telaah Atas Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 09 Tahun 2013 Perspektif Hukum Tata Negara Islam” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, no. 1 (2020): 169.

Mardiana, dkk.“Pelaksanaan Mutasi Jabatan Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Takalar,” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah1, no. 2 (2020).

Marilang, dan Asnawi. “Pelaksanaan Peraturan Daerah No 19 Tahun 2015 Di Kabupaten Majene Perspektif Hukum Islam” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah .1, no. 1(2019).

Mustafa, A2driana. “Implementasi antara Legislatif dan Eksekutif dalam Pembentukan Peraturan Daerah yang Partisipatif.” Al-Qadau 5, no. 2 (2018).

Nurkhatimah dkk. “Kedudukan Dan Peran Ombudsman Dalam Mengawasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Tela’ah Fiqh Siyasah)” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, no.3 (2021): 589.

Prayudha, AniI Aqza dan Rahmatial HL. “Peran Dprd Kabupaten Gowa Dalam Pelaksanaan Perda Nomor 50 Tahun 2001 Perspektif Fikih Siyasah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 3, no .3 (2022): 467.

Supardin, “Faktor Sosial Budaya Dan Aturan Perundang-Undangan Pada Produk Pemikiran Hukum Islam” Al-Qadau, Vol.1, No.2 (2014).

Buku

Amal, Ichlasul. Pemberdayaan DPRD Dalam Upaya Demokratis, Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Gajah Mada. (Yogyakarta, 1995).

Azwar, Saifuddin. Metodologi Penelitian. (Yoqyakarta: Pustaka Pelajar, 1998)

Demanik, Khairul Ikhwah. Otonomi Daerah Et Nanosialisme Dan Masadepan Indonesia. (Jakarta: oktober, 2010).

Faried, Ali. Hukum Tata Pemerintah dan Proses Legerlatif Indonesia. (Jakarta: Raja Grafindo, 1995).

Haris, Syamsudin. Desentralisasi & Otonomi Daerah. (Jakarta: Lipi Press, 2005).

Iqbal, Muhammad. Fiqh Siyasah Konteksitualisasi Doktrin Politik Islam. (Jakarta: Pena Media Grup, 13220).

Ishaq. Metode Penelitian Hukum Dan Penulisan Skripsi, Tesis, Serta Disertasi. (Bandung: Pt. Garifindo, 2017)

Kuncoro, Mudrajad. Otonomi dan Pembangunan Daerah. (Jakarta: Erlangga, 2004).

Putra, Syarial Dedi Mabrur Syah David Aprizon. Pengertian Fikih Siyasah. (Jakarta: Adeksi,2014).

Syamsul. Inosentius. Meningkatkan Kinerja Fungsi Legislasi DPRD. (Jakarta: Adeksi,2014)

Peraturan

Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 18ayat (7).

Wawancara

Ali, Andi Rasyid, Wakil Ketua Partai Demokrat, Wawancara, Makassar 31 Juli 2023.

Asing, Dg, Masyarakat, Wawancara, Makassar 30 Juli 2023.

Nurhaldin, Wakil Ketua DPRD II, Wawancara, Makassar, 31 Juli 2023.

Said, Sahruddin, Wakil Ketua Partai PAN, Wawancara, Makassar, 31 Juli 2023.

Saipul, Masyarakat, Wawancara, Makassar 31 Juli 2023.

Suharmika, Andi, Wakil Ketua Partai Golkar, Wawancara, Makassar 31 Juli 2023.

Published
2025-01-31
How to Cite
pu.tuuu, P. A. R., & A Rahman, B. (2025). PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG MASA RESES ANGGOTA DPRD PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH : (Studi di DPRD Kota Makassar) . SIYASATUNA : JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR’IYYAH, 6(1), 95-110. Retrieved from https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/41640
Section
Artikel
Abstract viewed = 45 times