PENUNJUKAN PENJABAT KEPALA DAERAH DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRATIS

  • Firna Afrianti Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
  • Kusnadi Umar Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
Keywords: Democracy, Acting Regional Head, Appointment, Pilkada

Abstract

The design of simultaneous national regional elections in 2024 has led to a vacancy in the position of regional head, to anticipate this, the government appoints an acting regional head to carry out the duties, functions, and authorities of the regional head until the inauguration of the definitive regional head. This research aims to analyze the application of democratic principles in the appointment of acting regional heads by using conceptual and statutory approaches. The process of appointing acting governors by the president and acting regents and mayors by the Minister of Home Affairs has ignored several fundamental principles such as the principle of free elections, equal political participation, accountability and transparency, protection of human rights (political rights), and the principle of placing officials with a merit system instead of a spoil system. The Constitutional Court in Decision Number 67/PUU-XIX/2021 has emphasized that the process of appointing acting regional heads must still be carried out democratically. The filling of acting regional heads also lacks strong social legitimacy because it does not involve active participation from the community.

References

JURNAL

Amir, Herlina dan Nila Sastrawati, "Partisipasi Partai Politik Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kota Makassar", Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 1 (2019).

Assyayuti, Mazdan Maftukha, ‘Urgensi Penataan Ulang Mekanisme Pengisian Jabatan Penjabat Kepala Daerah Perspektif Demokrasi Konstitusional’, Jurnal LEXRenaissance, 7 (2022).

Chakim, M. Lutfi, “Gubernur, Bupati dan Walikota masing-masing sebagai Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis”, Jurnal Rechtsvinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 3, no. 1 (2014).

Lafuil, Abdul Kadir dan Kusnadi Umar, ‘Kedudukan Partai Oposisi Terhadap Keberlangsungan Demokrasi Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia’, Jurnal Al Tasyri’iyyah, 2, no. 2 (2022).

Maulida, Achmad dan Kusnadi Umar, "Urgensitas Carry Over Dalam Proses Pembuatan Undang-Undang Di Indonesia", Jurnal Al Tasyri’iyyah, 2 (2022).

MS, Mohammad Amar dan M. Chaerul Risal, ‘Kepemimpinan Kepala Desa Kaluku Kabupaten Jeneponto Dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Perspektif Siyasah Syar’iyyah’, Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 2 no. 2 (2021).

Muharis, Abdul, dkk, "Peran Komisi Pemilihan Umum Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Sinjai", Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 2 (2021).

Paradigma, Sopyar dan Dea Larissa, "Politik Transaksional Dalam Pemilukada Kota Makassar Telaah Hukum Islam Dan Hukum Nasional", Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 2 (2021).

Riqiey, Baharuddin, “Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Memutus Perselisihan Hasil Sengketa Pilkada Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022”, JAPHTN-HAN 2m no. 1 (2023).

BUKU

Aziz, Abdul dan David Arnold, Desentralisasi Pemerintahan Pengalaman Negara-Negara Asia Yogyakrta: Pustaka Amanah, 2003.

Irwansyah, Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel, Edisi Revisi, Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2021.

Nurcholis, Hanif, Teori Dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah, Jakarta: Grasindo, 2007.

Santoso, Topo dan Ida Budhiati, Pemilu Di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2019.

WEBSITE

Dandhy Laksono, Dirty Vote (Indonesia, 2024) <https://www.youtube.com/watch?v=yHX7N-gcvhQ>.

Ombudsman Republik Indonesia, https://ombudsman.go.id/news/r/-ombudsman-temukan-3-maladministrasi-proses-pengangkatan-pj-kepala-daerah

Published
2025-01-31
How to Cite
Afrianti, F., & Umar, K. (2025). PENUNJUKAN PENJABAT KEPALA DAERAH DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRATIS. SIYASATUNA : JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR’IYYAH, 6(1), 267-276. Retrieved from https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/48807
Section
Artikel
Abstract viewed = 38 times