EKSISTENSI AMMATOA DALAM PEMERINTAHAN DESA TANAH TOWA KABUPATEN BULUKUMBA
Abstract
This research aims to determine the comparison of the roles of the Kajang Ammatoa adat and the Village Head in the government of Tanah Towa village in Bulukumba district. The problem in this research is that there are differences in about the community regarding the position of highest power in the Tanah Towa Village Government between the Traditional Head and the Village Head. This research uses a type of qualitative research using an empirical normative approach. The data collection methods used in this research are observation, interviews, literature and documentation. The results of the research show that the existence of Ammatoa in the Tanah Towa village government, Bulukumba Regency, if compared with the village head, is the traditional head's presence is more existent, because until now he still holds firmly to the name of Pasang Ri Kajang, one of which is that they want the area not to be contaminated with foreign culture. . Ammatoa plays a role in managing the indigenous community as an elder for the entire Kajang Ammatoa indigenous community. Meanwhile, village heads prefer areas outside customary areas because of the existing customary regulations or Pasang Ri Kajang (laws).
References
Jurnal
Asri, Sariana dan Sabri samin. “Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Di Kecamatan Kajang.” Siyasatuna 1, no. 3, (2020).
Asriana dan Usman Jafar. “Telaah Hukum Tata Negara Islam atas Peraturan Bernuansah Agama (Syariah).” Siyasatuna 2, no. 1, (2021).
Aswin dan Marilang. “Pelaksanaan peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2015 di Kabupaten Majene Perspektif Hukum islam.” Siyasatuna 1, no. 1, (2020).
Fathullah, Andi Irham dan Alimuddin. “Tanggung Jawab Pemerintah Desa dalam Mewujudkan Akuntabilitas Pemerintahan.” Siyasahtuna, vol. 4, no. 1 (2023).
Hamudy, Moh. Iham. “Perselingkuhan Politik Ammatoa.” Jurnal Unisia, XXXI, no. 70 (2008).
Hamzah. “Konflik dan Ketegangan dalam Hukum Islam.” al-daulah, vol. 4, no. 2, (2015).
Harun, Hayono dan Subehan Khalik. “Peran Tokoh Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa Bontoala Kabupaten Gowa.” Siyasatuna 2, no. 1 (2021).
Haryadi dan Nila Sasrawati. “Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik di Kabupaten Takalar (Perspektif Siyasah Syar’iyyah).”, Siyasatuna 1, no. 2, (2020).
Hijjang, Pawennari. “Pasang dan Kepemimpinan Ammatoa.” Jurnal Antropologi Indonesia, vol. 29, no. 3 Universitas Hasanuddin (2005).
Jayadi, Ahkam. “Membuka Tabir Kesadaran Hukum.” Jurisprudentie 4, no. 2, (2017).
Kamaruddin dan Usman Jafar. “Tata Kelola Pemerintahan Desa Lampoko Kecamatan Campalagian Kbupaten Polewali Mandar Perspektif Siyasah Syariyyah.” Siyasatuna 2, no. 2 (2020).
Muharis, Abdul dan Kusnadi Umar. “Peran Komisi Pemilihan Umum Dalam Pemelihan Kepala Daerah di Kabupaten Sinjai.” Siyasatuna 2, no 3 (2021).
Munandar, Haris dan Adriana Mustafa. “Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto dalam Meminimalisisr Tindakan A’Massa.” Siyasahtuna 2, no. 2, (2021).
Nugraini, Neni dan Hisbullah. “Eksistensi Asas Good Governance Dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Perspektif Hukum Tata Negara Islam.” Siyasatuna 2, no. 3, (2021).
Pratama, Surya Mukti, “Posisi Dan Kontribusi Hukum Adat Ketatanegaraan Dalam Hukum Tata Negara Indonesia.” Jurnal Hukum Lex Generalis 2, no. 3, (2021).
Buku
Bisri, Ilham. Sistem Hukum Indonesia (Prinsip-Prinsip dan Implementasi Hukum di Indonesia). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011.
Salim, Pater. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Balai Pustaka, 2015.
Republik Indonesia, Undang-undangDasar Negara Tahun 1945.
Skripsi
Ardiansyah. Relasi Kepala Desa dan Kepala Suku Ammatoa dalam Menjalankan Pemerintahan di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Skripsi: Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, 2021.
Embas, Ade Rezkiawan. Analisis Sistem Pemerintahan Desa Adat Ammatoa dalam Pelestarian Lingkungan Hidup di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Skripsi: Universitas Hasanuddin Makassar, Makassar, 2017.
Hakiki, Ananda Ilham. Eksistensi Kebijakan Tokoh Adat terhadap Partisipasi Masarakat Pemilu Perspektif Fiqh Siyasah. Skripsi: Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung, 2021.
Kamaruddin. Peran Kepemimpinan Adat Ammatoa dalam Melestarikan Tanah Kalompoang (Kegelaran) Suku Adat Kajang Perspektif Hukum Ketatanegaraan Islam. Skripsi: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Gowa, 2018.
Wawancara
Abdul Salam, Mantan Kepala Desa Tanah Towa, Wawancara, Desa Tanah Towa, 14 Januari 2023.
Hatong, Tokoh Agama Desa Tanah Towa, Wawancara, Desa Tanah Towa, 12 Januari 2023.
Ismail, Tokoh Pemuda atau Masyarakat Desa Tanah Towa, Wawancara, Desa Tanah Towa, 12 Januari 2023.
Sala’, Masyarakat Adat kajang Ammatoa, Wawancara, Desa Tanah Towa, 12 Januari 2023.
Zulkrenain, Kepala Desa Tanah Towa/Galla’ Lombok, Wawancara, Desa Tanah Towa, 17 Januari 2023.