PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH
Abstract
The purpose of this study is to describe the causes of dismissal of regional heads in the Indonesian state administration. Knowing the mechanism of dismissal of regional heads in the Indonesian state administration. Knowing the dismissal of the regional head of the siyasa dusturiyah perspective. The study used qualitative methods with data sources in the form of primary data and secondary data. The results of this study are the causes of dismissal of regional heads in the Indonesian state administration are regulated in article 78 paragraph (2) that regional heads are dismissed for violating laws and regulations, for example committing disgraceful acts such as gambling, drunkenness, and adultery; does not carry out obligations; commit criminal acts such as corruption, collusion and nepotism; commit a crime that threatens the integrity of the country. The mechanism for dismissing regional heads is regulated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government that if the Governor is dismissed, the DPRD will propose through the Minister to the President with the result of a decision from the Supreme Court. through the Governor as the central government to the Minister with the decision of the Supreme Court. Dismissal of regional heads in Islam has not been explained in detail the procedure for dismissal and in the Qur'an and hadith there is nothing to explain. However, according to Islamic thinkers, a leader can be dismissed if he violates the Shari'a, commits deviations, has organ defects, is completely insane, and loses his freedom.
References
Buku
A. Ubaedillah, Abdul Rozak. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Jakarta: ICCE, Kencana, 2008.
Fuady, Munir. Teori Negara Hukum Modern Rechsstaat. Bandung: Refika Aditam, 2009.
Iqbal, Muhammad. Fiqh Siyasah Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.
Munnawir, Achmad Warson. Kamus al-Munawir versi Indonesia-Arab. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.
Nabhani, Taqiyuddin an. Sistem Pemerintahan Islam: Doktrin Sejarah dan Realitas Empirik, terj. Moh. Maghfur Wachid. Bangil : Al Izzah, 1996.
Pide, Andi Mutasri. Otonomi Daerah Dan Kepala Daerah Memasuki Abad XXI. Radar Raya Pratama, Jakarta : 1999.
Suharto, Susilo. Kekuasaan Presiden RI dalam Periode Berlakunya UUD 1945. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
Sunarmo, Siswanto. Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia. Sinar Grafika, Jakarta: 2006.
Syaruf, Mujar Ibnu, Khammami Zada, Fiqh Siyasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Erlangga, 2008.
Yahya, Ismail. Hubungan Rakyat dan Penguasa Perspektif Sunnah. Jakarta: Gema Insan Press, 1995.
Zoelva, Hamdan. Impeachment Presiden Alasan Tindak Pidana Pemberhentian Presiden Menurut Undang-Undang 1945. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Jurnal
Akmal dan Usman. “Efektivitas Pengelolaan Pemerintahan Daerah Terhadap Komunitas Bissu di Kabupaten Pangkep.” Siyasatuna:Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, No.1 (2019).
Amir, Herlina dan Nila Sastrawati.”Partisipasi Partai Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kota Makassar.”Siyasatuna:Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, No. 1 (2019)
Asmar, Abd. Rais . ”Kedudukan Gubernur dalam Penyelenggaraan Pemerintan Daerah. ”Jurnal Jurisprudentie 2, No. 2 (2015).
Asmar, Abd. Rais. ”Dana Perimbangan dalam Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah.” Jurnal Jurisprudentie 4, No. 2 (2017).
Aswinda dkk.”Pertanggungjawaban Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng Perspektif Siyasah Syar’iyyah.”Siyasatuna:Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, No. 2 (2021).
Firman, Heri Afriady dan Rahmiati. ”Pengarusutamaan Gender dalam Pemerintahan Daerah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, No. 1 (2020).
Gunawan, Syahrul dkk.”Peran Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan, dan Pembangunan (TP4D) Kejaksaan Negeri Sinjai dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi.”Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 2, No. 2 (2021).
Hasmar, Muh. Imam dan Kurniati. ”Pemakzulan Presiden Abdurrahman Wahid Menurut Hukum Tata Negara Islam.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, No. 2 (2020).
Idris, Munawara dan Kusnadi Umar.”Dinamika Mahkamah Konstitusi Dalam Memutus Perkara Judicial Review.”Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1,No.2 (2020).
Nidasoliah, Andi Zalika dan Rahmiati.”Pemenuhan Hak Pilih Penyandang DIsabilitas Netra Pasa Pemilihan Gubernur di Kota Makassar Perspektif Siyasah Syar’iyyah.”Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Siyasah Syar’iyyah 2, No.1 (2021).
Umar, Kusnadi. “Pasal Imunitas Undang-Undang ‘Corona’ dan Kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan dalam Menetapkan Kerugian Negara.” El-Iqthisadi:Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum 2, No. 1 (2020).
Yahya, Muh. dan M.Chaerul Risal. “Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Sosial Kedelai di Kabupaten Gowa dalam Perspektif Hukum Islam.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, No. 2 (2020).
Peraturan
Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.
Sumber Lain
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Komisi Pemberantasan Korupsi, https://www.kpk.go.id.
Pandangan Jimmly Asshddiqi dalam Laporan Peneltian, Mekanisme Impeachment dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, (Kerjasama Mahkamah Agung Konstitusi Republik Indonesia dengan Kondrad Adenauer Stifung), Jakarta: 2005.