ANALISIS YURIDIS KEPUTUSAN FIKTIF POSITIF PASCA UNDANG-UNDANG NO. 6 TAHUN 2023 PERSPEKTIF SIYASAH SYAR'IYYAH
Abstract
This research aims to find out how the juridical analysis of positive fictitious decisions after Law no. 6 of 2023 Syar'iyyah siyasah perspective. In answering this problem, the author uses a normative juridical approach and a normative theological approach (syar'i). The method for collecting secondary data in the form of primary and secondary materials is done by reading literature, scientific works, documents or books related to the research. The research results show that 1) The legal position of fictitious decisions is positive after the promulgation of the law. No. 6 of 2023, which is regulated in this Law, namely in article 175 number 7 paragraph (4), however the phrase not stipulate but grant in this article creates unclear meaning and has the potential to give rise to new problems 2) Procedures for resolving positive fictitious decisions after the issuance of the Law. No. 6 of 2023 article 175 number 7 paragraph (5) will be further regulated in a Presidential Regulation, but to date this Presidential Regulation has not been issued as a result of which the procedure for resolving positive fictitious decisions has become ambiguous and unclear. 3) The siyasah syar'iyyah view of positive fictitious decisions after the issuance of the law. No. 6 of 2023 does not explain the view of Islamic law regarding the details of positive fictitious decisions because this is purely procedural from Indonesian positive law which is administrative in nature.
References
Jurnal :
Asriana, And Usman Jafar. “Telaah Hukum Tata Negara Islam Atas Peraturan Daerah Bernuansa Agama (Syariah).” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah 2, no. 1 (2021).
Firman, Heri Afriady, And Rahmiati Rahmiati. “Implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 Terhadap Pengarusutamaan Gender Dalam Pemerintahan Daerah Di Kabupaten Soppeng.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah 1, no. 1 (2020).
Halil, Abdul, And Hamzah Hasan. “Pencabutan Kewenangan Mendagri Dalam Membatalkan Perda Kabupaten/Kota Berdasarkan Putusan Mahmakah Konstitusi Nomor 137/Puu-Xiii/2015 (Telaah Ketatanegaraan Islam).” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah 1, no. 1 (2019).
Hastriana, A. Kurniati, And Rahmiati. “Polemics Of Power In Islamic Law Perspective.” Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 20, no. 2, (2020).
Heriyanto, Bambang. “Problematika Penyelesaian Perkara ‘Fiktif Positif’ Di Pengadilan Tata Usaha Negara.” Jurnal Pakuan Law Review 5, no. 1 (2019).
Heriyanto, Bambang. “Problematika Penyelesaian Perkara ‘Fiktif Positif’ Di Pengadilan Tata Usaha Negara.” Jurnal Pakuan Law Review 5 no. 1 (2019).
Irvansyah, Andika Risqi. “Kedudukan Hukum Keputusan Fiktif Positif Sejak Pengundangan Undang-Undang Cipta Kerja.” Jurnal Aphtn-Han 1, no. 2 (2022).
Kurniati. “Sistem Politik Demokrasi Dalam Bisnis Hegemoni Negara: Telaah Gagasan Politik Antonio Gramsci.” Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 7, no. 2, (2018).
Norra, Azza Azka. “Pertentangan Norma Fiktif Negatif Dan Fiktif Positif Serta Kontekstualisasinya Menurut Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.” Jurnal Hukum Peratun 3, no. 2 (2020).
Nuna, Muten, Dan Roy Marthen Moonti. “Kebebasan Hak Sosial-Politik Dan Partisipasi Warga Negara Dalam Sistem Demokrasi Di Indonesia,” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019).
Nurkhatimah, Usman Jafar, And Muhammad Anis. “Kedudukan Dan Peran Ombudsman Dalam Mengawasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Tela’ah Fiqh Siyasah).” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah 2, no. 3 (2021).
Nurwahidah, And Asni Asni. “Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Melalui Peraturan Daerah Dalam Perspektif Siyasah Syar’iyyah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah 3, no. 2 (2022).
Pratama, Surya Mukti, Adrian E. Rompis, Dan R. Adi Nurzaman. “Kewenangan Ptun Dalam Memeriksa Surat Presiden Tentang Ruu Cipta Kerja Dan Implikasi Putusannya.” Risalah Hukum 17, no. 1 (2021).
Ramdani, Farid. “Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Berdasarkan Hukum Positif Di Indonesia,” Jurnal Cakrawala Hukum 9, no. 2 (2018).
Saleh. Miftahul Fauzy Haerul, dan Halimah Basri. “Kewenangan Komisi Pemilihan Umum (Kpu) Dalam Penyelenggaraan Pemilu Di KotaMakassar.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah 1, no. 1 (2019).
Santoso, Bagus Teguh, And Sadjino. “Keputusan Fiktif Positif Sebagai Bentuk Reformasi Birokrasi Berdasarkan Prinsip Good Governance.” Jurnal Hukum Peratun 1, no. 1 (2018).
Umar, Kusnadi. “Menyoal Netralitas Rt/Rw Pada Pilkada Kota Makassar Tahun 2020.” Petitum 9, No. 1 (2021).
Buku
Badan Pembinaan Hukum Nasional. “Naskah Akademik Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.” (Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2019): 186.
Rahmiati. Terampil Menulis Karya Ilmiah. (Makassar: Alauddin University Press, 2012): 30–43
Website
Badan Pengawas Tenaga Nuklir, “Pelaksanaan Sosialisasi Pemerintahan Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja”. Dikutip Dari Situs Https://Www.Bapeten.Go.Id/Berita/Pelaksanaan-Sosialisasi-Peraturan-Pemerintah. Diakses Pada Tanggal 23 Agustus 2023 Pukul 21:55.
Peraturan Perundang-Undangan
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2021 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan.
Pasal 1-6 Perma No. 8 Tahun 2017.
Pasal 175 Angka 7 Ayat (4) Uu No. 6 Tahun 2023.